IMG 20260204 131529

Isteri Almarhum Jendral Besar Kapolri Hoegeng Iman Santoso Tutup Usia – Omah Meriyanti Di Depok, Jawa Barat

JST-NEWSIsteri Almarhum Jendral Besar Kapolri Hoegeng Iman Santoso Tutup Usia – Omah Meriyanti Di Depok, Jawa Barat,(3/2)

Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un

Mengenang Sosok Teladan: Omah Hk.Meriyati Hoegeng

Telah berpulang ke rahmatullah, sosok ibu yang penuh kelembutan dan keteguhan, Ibu Meriyati Hoegeng. Beliau bukan sekadar pendamping setia dari almarhum Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso, namun merupakan pilar kekuatan di balik sosok Kapolri yang dikenal paling jujur dan berintegritas dalam sejarah kepolisian Indonesia.

Garis Keturunan dan Masa Muda, beliau:

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 23 Juni 1925, Almarhumah merupakan putri dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemoe dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Beliau tumbuh dalam lingkungan yang membentuk karakter santun, terdidik, dan bersahaja—nilai-nilai yang kemudian beliau bawa sepanjang hayatnya.

Atas izin Allah SWT, perjalanan cinta beliau dimulai dari dunia seni. Beliau dipertemukan dengan almarhum Bapak Hoegeng dalam pementasan sandiwara radio bertajuk “Saijah dan Adinda”.

Dalam lakon tersebut, Bapak Hoegeng berperan sebagai Saijah dan Almarhumah sebagai Adinda. Kedekatan yang terjalin dalam proses kreatif tersebut bersemi menjadi jalinan cinta yang tulus dan penuh keberkahan.

Keduanya mengikat janji suci pernikahan pada 31 Oktober 1946. Sepanjang hidupnya, beliau menjadi pendamping yang sabar dan sederhana, senantiasa menguatkan sang suami dalam memegang teguh kejujuran di masa bakti kenegaraan.

Dedikasi Almarhumah sebagai seorang ibu tercermin dalam pola asuh kepada putra-putri beliau:

Renny Soerjanti Hoegeng

Aditya Soetanto Hoegeng

Sri Pamujining Rahayu

“Sesungguhnya di balik pria yang lurus dan berwibawa, hadir seorang istri yang memiliki kesabaran seluas samudera dan keikhlasan yang tak bertepi.”

Semoga segala amal ibadah Almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di jannah-Nya yang mulia. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sambutan Pihak Keluarga, untaian akhir kehidupan menutup omah Hj.Meriyanti.

Bismillahirrahmannirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang kami takzimi para ulama dan tokoh masyarakat,

Yang kami hormati Bapak/Ibu pejabat negara, rekan sejawat, serta kerabat sekalian yang telah hadir.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang memegang setiap nyawa dan menentukan setiap batas usia. Hari ini, dengan hati yang berat namun penuh keikhlasan, kami berkumpul untuk mengantarkan kepulangan ibunda kami tercinta, Ibu Meriyati Hoegeng, menuju peristirahatan terakhirnya.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Jika kita mengenang sosok almarhum Bapak Hoegeng sebagai simbol kejujuran bangsa, maka Ibu Meriyati adalah napas dan doa di balik keteguhan tersebut. Beliau bukan hanya seorang istri, melainkan sekolah pertama bagi kami anak-anaknya, dan teladan kesederhanaan bagi kita semua.

Perjalanan beliau yang dimulai dari Yogyakarta tahun 1925 hingga hari ini adalah sebuah hikayat tentang kesetiaan. Sejak pertemuan beliau dengan Bapak melalui sandiwara radio Saijah dan Adinda, hingga mendampingi Bapak di puncak pengabdian negara, Ibu Meriyati tetaplah sosok yang rendah hati, lembut dalam bertutur, namun sangat kuat dalam prinsip.

Beliau mengajarkan kepada kami bahwa kekayaan yang paling sejati bukanlah harta duniawi, melainkan nama baik yang terjaga dan ketenangan hati dalam ketaatan kepada Sang Pencipta.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang kami hormati,

Mewakili keluarga besar, kami memohon pintu maaf yang seluas-luasnya apabila semasa hidup Almarhumah terdapat kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami mohon doa agar Allah SWT mengampuni segala dosanya, meluangkan alam kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat termulia bersama hamba-hamba-Nya yang saleh.

Terima kasih atas segala dukungan, bantuan, dan kehadiran Bapak/Ibu sekalian yang telah meringankan beban duka kami. Semoga langkah kaki Bapak/Ibu dicatat sebagai amal jariyah oleh Allah SWT.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Demikian ulasan ini kami rangkum, semoga selalu menjaga amanah bangsa dan negara untuk Indonesia – Rakyat Adalah segalanya, hukum dijalankan dengan baik dan benar. Rakyat Indonesia; pastinya selamat di agama, dunia, lan akhirat. “hidup didunia, tak selalu ada di bumi, silih berganti akan tertukar dari hal kebaikan – keimanan – membentuk kebenaran”

Redaksi | Depok, 3 Februari 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network