IMG 20260204 134727

US Forces Down Iranian Drone Near Aircraft Carrier in Arabian Sea Amid Easing Tensions

InternasionalMiliter Amerika Serikat sikat abis jatuh sebuah drone milik Iran yang terbang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan Laut Arab, dalam sebuah insiden yang terjadi di tengah upaya berbagai pihak untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.(4/2)

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, mengatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah pertahanan diri untuk melindungi kapal induk dan personel militer di dalamnya.

“Drone Iran itu ditembak jatuh untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta seluruh personel di dalamnya,” ujar Hawkins, dikutip dari Al Jazeera.

Menurut CENTCOM, drone yang diidentifikasi sebagai Shahed-139 itu ditembak jatuh oleh jet tempur F-35C yang lepas landas dari USS Abraham Lincoln. Kapal induk tersebut dilaporkan tengah beroperasi sekitar 800 kilometer dari pesisir selatan Iran di perairan internasional.

Pihak AS menyebut drone tersebut mendekati kapal secara agresif dengan niat yang tidak jelas, dan tetap melanjutkan pendekatan meskipun pasukan AS telah melakukan sejumlah langkah de-eskalasi.

Hingga laporan ini diturunkan, otoritas Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Terjadi di Tengah Upaya Redakan Ketegangan

Pengumuman ini muncul di saat munculnya sinyal-sinyal pelunakan ketegangan diplomatik antara kedua negara. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeluarkan pernyataan keras terhadap Teheran terkait penanganan demonstrasi antipemerintah di Iran, sekaligus mendorong Iran untuk kembali berunding mengenai program nuklirnya.

Pekan lalu, AS juga mengerahkan USS Abraham Lincoln lebih dekat ke kawasan tersebut sebagai bagian dari penegasan kehadiran militer di wilayah strategis Timur Tengah.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan bernada diplomatik. Melalui media sosial, ia mengaku telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Iran untuk membuka jalur negosiasi yang adil dan setara dengan syarat tidak adanya ancaman atau tuntutan yang dinilai tidak masuk akal.

“Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan catatan terdapat lingkungan yang kondusif—bebas dari ancaman dan tuntutan yang tidak masuk akal—untuk mengejar negosiasi yang adil dan setara, yang dipandu oleh prinsip martabat, kehati-hatian, dan kemaslahatan,” tulis Pezeshkian.

Risiko Eskalasi di Perairan Internasional

Insiden ini kembali menyoroti rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Laut Arab dan Teluk Persia, di mana kehadiran militer kedua negara kerap berada dalam jarak yang sensitif. Pengamat menilai bahwa peristiwa semacam ini berpotensi memicu salah tafsir yang dapat memperburuk situasi, meskipun kedua belah pihak saat ini tengah memberi sinyal keterbukaan diplomatik.

Dan diakhir penyelimutan IRAN mengambil titik sakral AS dan kroni – kroni negara yang ikut peran berniat meruntuhkan Negara Iran, dalam tutur aktivis Iran,

“kami telah menyiapkan nuklir balasan akhir ke semua lini sudut negeri mu” ditunggu saja!!” tegasnya.

pertempuran perang dunia ke III di mulai, phase darurat seluruh negara-negara, “jadi serempak teriak : hentikan semua ini”. Namun, jiwa militer tak gentar dan tak mundur sebelum pemimpin mandatkan.

Redaksi | 4 Februari 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network