Ir. Fadiah berkelanjutan bersama tim Kinerja Merah Putih penerima manfaat El-Nino,: Sejumlah Wilayah Terdampak Kekeringan Telah Dijangkau Penyaluran Air Bersih Terjun Dalam hitungan menit
PONTIANAK – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I bersama Palang Merah Indonesia (PMI) terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Terbaru, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga di Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air layak akibat menurunnya debit air di sejumlah daerah.
Memasuki puncak musim kemarau, beberapa wilayah di Kalimantan Barat mulai mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat yang selama ini masih mengandalkan air hujan sebagai sumber utama kebutuhan sehari-hari.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum, BWS Kalimantan I bergerak cepat bersama PMI melakukan distribusi air bersih ke berbagai titik terdampak sebagai bentuk pelayanan publik sekaligus wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air BWS Kalimantan I, Ir. Fadiah, S.T., M.T., mengatakan penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan di Pontianak Utara, tetapi juga telah menjangkau sejumlah wilayah lain yang mengalami kesulitan air bersih.
“Banyak wilayah yang terdampak kekeringan. Kami dari BWS Kalimantan I yang merupakan unit kerja Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan distribusi air bersih di beberapa lokasi, seperti kawasan Siantan, Pondok Pesantren Darut Tauhid, Desa Sungai Rengas, serta pada 5 Agustus 2026 menyalurkan bantuan ke Desa Temiang Mali, Kabupaten Sanggau,” ujar Fadiah.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.
Fadiah menegaskan, BWS Kalimantan I akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menambah distribusi bantuan apabila terdapat wilayah lain yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan air bersih yang disalurkan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Semoga bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” tuturnya.
mata pemimpin yang selama ini buta akan kertas dijadikan pundi membina interaksi sosial dari kinerja tak peduli, kini lewat pintu ke pintu GERAKAN AIR BERSIH EL-NINO jadi ikut mendentum merangkul rekat mengalir ke permukaan bumi yang panas. #jangan sampai warga ; inginku TERIAK!!!
Selain melakukan distribusi air bersih, BWS Kalimantan I juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memastikan penanganan dampak kekeringan berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.
Melalui sinergi lintas instansi tersebut, BWS Kalimantan I menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mitigasi bencana kekeringan agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.*Budi S Gautama
Redaksi | 6 Agustus 2026
