Pemimpin “Ojo Nesu – Hati Lan Perbuatan, Sing Apik Or Elek Kui Dari Adab Dalam Taat Sebagai WNI” yang menciptakan Tuhan Yang Maha Esa
Surakarta – Pemimpin “Ojo Nesu – Hati Lan Perbuatan, Sing Apik Or Elek Kui Dari Adab Dalam Taat Sebagai WNI” analisa tim keredaksian merekat di sumber kediaman mantan presiden RI pitoe – pada detak-detik perseteruan gegoro insan.(20/4)
senyum, sapa, salam, masih terlintas dari akal sehat – hingga membentuk kalimat tauhid berbisik “lailahailallah” ini yang menjadi ospek manusia terlahir derajat,
pada diri masing-masing menela’ah s.d mengkaji antara baik – salah, penyertaan khusus dari alam semesta ini yaitu tertiup diubun-ubun nafas kehadiran atas kebesaran-Nya.
serta kondisi disuatu daerah dapat meretas netas “anak” itu dipastikan berkat seluruh jiwa – raga kedua orangtua yang menaruh benih disetiap individu, bagaimana manusia maksudkan phase seteru jadi korban hak dan kewajiban – sebuah kertas #berebut wacana turun ke publik.
analisis pengaruh kualitas dan kuantitas, seorang pemimpin itu naik dan turun dari cara kinerja otak (pikiran dicermati secara prosedural mulia),
sayu senyum tipis salam eksposisi dunia dari kalimat ; “saya orang kampung” Tutupnya – Ir.H.Joko Widodo.
ini dari bahasa struktur (bodylanguange ; psikologis) Mantan Presiden RI – Tak berniat ambil pusing dan berniat maju bersama Indonesia, kita itu semua sejajar sebagai mahluk dicetuskan : Pancasila #terhormat yaitu – Tuhan Yang Maha Esa.
Wakil Presiden RI – Prof.H.Yusuf Kala dikenal saat itu merintis Partai Golongan Karya Di Jakarta Utara #masa silam duduk bersama rakyat. Semoga dapat bermanfaat saling asah – asih – asuh dibahtera semua pemimpin (Tanpa Berseteru Saling Ambil Luka & Duka) satu sama lainnya.
Kalimat ini mungkin disajikan saling ta’aruf ila Allah terhadap besarnya suatu pemimpin bukan dari rakyat juga; tetapi dari Super Wibowo Noto Negoro sing gagas kedepan pada kuatkan hati lan perbuatan sesama.
CEO Usahawan terbilang jutawan sang JK yang kami kenal diwaktu mengisi Partai Golongan Karya digedung Golkar Jakut (Walang – Jakarta)
Semoga bermanfaat dalam naungan panji-panji alwaro masuk dekade, berakhir saling ingat mengingatkan menuju Indonesia Yang Selamat.
Apakah didunia ini manusia miliki sikap, sifat, saling masih adu domba – adu jotos bahkan #sebuah implementasi yang belum teruji dan terpuji #bertengkar tanpa henti.
Rakyat – Jadi “keder”, bertanya-tanya sampai tanda tanya disemua sisi menabur benih disetiap perselisihan tak karuan meruncing ke publik.
Tim Keredaksian – Merekatkan interaksi ini sebagai warga kecil, belum besar – belum mampu dari semua kapasitas ruang industri multimedia platform dari segi kecil-kecil saja #marilah semua pemimpin Tanpa Biasa Jadi Kebiasaan, hujatan – hasutan berhenti sejenak serempak (media juga); harus ungkapkan torehan “tanpa gorengan kembali” kasih sayang kita semua dibentuk masukan semua akses berita – berita itu secara benar memperkecil kemustahilan – Displin ilmu yang mengedukasi secara nikmat gamblang dicerna semua anak Bangsa Indonesia.
Agar pemimpin semua eling pada masa nya, mau dijemput atau terjemput malaikat-Nya menanti.
Senyum – Sapa – Salam, media tanpa bayaran merujuk ke Surakarta, menorehkan semua inspiratif insan tak hilang dari etika peradaban dunia.
Nduwe malu, bisa hati lan perbuatan insan cukup : “mengingatkan – nasihat menasehati dari jalan hak dan kewajiban tersusun secara mulia.
Jangan cari salah siapa? Untuk siapa? Universitas Gadjah Mada telah berikan statement murni, tegasnya – Lulus. #berarti ini telah selesai.
Mas Roy Suryo, Dr.Tifa, dan rekan-rekan semua, sudah yah‼️ “masih miliki iman – hati, dan perbuatannya mulia sebagai manusia kah? semua juga, kubu dari pihak Pro Jokowi – Tutup juga problematika ini.
ini bangsa Indonesia; yang Citra kedepan jadi buruk lho‼️ “bilamana – pemimpin pada bertengkar. jika, ada yang sakit hati hiasilah selalu pada air yang suci – lakukan taharah, perbanyak #dzikir terhadap kekuasaan kepada-Nya.
yang lebih dibongkar mutu dunia etika korupsi saja itu yang dikejar pada haluan distribusi NKRI, Pada bobrok dari etositas pemimpin lakukan ilmu ngutil (korupsi), BERANTAS‼️ kikis habis permasalahan – Menyakitkan semua elemen kepentingan masuk dirana bukti yang terotentikasi real & nyata Kapan Indonesia Maju Dapat Emas?
Presiden RI – Jend.H.Prabowo Subianto bertitip pesan ekslusif; #sudahi semua – Tutup semua rana perhelaan masalah ini. Percaya Dengan hukum Tetap Allah SWT kah?… “Agar pemerintahan RI yang diemban dapat berjalan baik dan benar.
Naskah dikutip tim-pers@mengamati atas laporan ke redaksi di Surakarta, Jl.Sumber – Jateng(16.05 WIB)
Pesan kami semua :
“Pihak hukum terkait & ketetapan RI harus bisa menyimpulkan STOP SEMUA & Berdamai Selalu ”
Redaksi | 20 April 2026
