IMG 20260205 143337

Who’s GOD – Where Is’t? Part II

Who’s GOD Where Is’t? Part II –  Pertanyaan “Di mana Allah?” lalu dijawab dengan “Sesungguhnya Allah sangat dekat” (5/2)

perlu dijelaskan secara rinci dan lurus sesuai Al Qur’an dan Sunnah.agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam akidah.

Akidah Ahlus Sunnah:

* Allah Maha Tinggi di atas ‘Arsy

* Ahlus Sunnah wal Jama’ah menetapkan bahwa Allah ﷻ berada di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya, sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupai makhluk.

Al-Qur’an menitipkan pesan kuat;

﴿الرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى﴾

Artinya:

* “(Allah) Yang Maha Pengasih, beristiwa’ di atas ‘Arsy.”

(QS. Thaha: 5)

﴿أَأَمِنتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ﴾

Artinya:

* “Apakah kalian merasa aman terhadap Dzat yang di atas langit…?”

(QS. Al-Mulk: 16)

Hadits mendesain kulit dari pesan kuat;

* Rasulullah ﷺ bertanya kepada seorang budak wanita:

«أَيْنَ اللَّهُ؟»

Ia menjawab: «فِي السَّمَاءِ»

Beliau bersabda: «أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ»

Artinya:

* Rasulullah ﷺ bertanya: “Di mana Allah?”

* Dia menjawab: “Di atas langit.”

* Beliau bersabda: “Merdekakan dia, karena ia seorang mukmin.”

(HR. Muslim no. 537)

Ini dalil sangat jelas bahwa pertanyaan “di mana Allah?” adalah pertanyaan yang benar, dan jawabannya adalah Allah di atas langit.

Lalu Apa Makna “Allah Maha Dekat”?

* Kedekatan Allah bukan berarti Allah menyatu, berada di mana-mana, atau turun zat-Nya ke makhluk.

* Ini adalah kedekatan ilmu, pengawasan, pertolongan, dan pengabulan doa.

Dalil “Allah Maha Dekat”

﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ﴾

Artinya:

* “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.”

(QS. Al-Baqarah: 186)

﴿وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ﴾

Artinya:

* “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

(QS. Qaf: 16)

Penjelasan Ulama Ahlus Sunnah

Imam Ahmad رحمه الله

الله فوق السماء السابعة على عرشه، وعلمه في كل مكان

Artinya:

* “Allah di atas langit ketujuh, di atas ‘Arsy-Nya, dan ilmu-Nya ada di setiap tempat.”

Imam Ibn Katsir رحمه الله

Dalam tafsir QS. Al-Baqarah: 186:

أي قريب بعلمه من داعيه، سامع لدعائه

Artinya:

* “Maksud ‘dekat’ adalah Allah dekat dengan ilmu-Nya kepada orang yang berdoa, mendengar doa mereka.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله

قرب الله لا ينافي علوه، فهو قريب حقيقة، عالٍ حقيقة

Artinya:

* “Kedekatan Allah tidak menafikan ketinggian-Nya.

Allah dekat secara hakiki dan tinggi secara hakiki.”

Syaikh Ibn ‘Utsaimin رحمه الله

القرب قرب إجابة، وقرب علم، لا قرب مكان

Artinya:

* “Kedekatan Allah adalah kedekatan dalam mengabulkan dan dalam ilmu, bukan kedekatan tempat.”

Kesimpulan Aqidah yang Lurus*

Allah tinggi di atas ‘Arsy-Nya

Allah tidak menyatu dengan makhluk

Allah dekat dengan ilmu, pendengaran, penglihatan, dan pertolongan-Nya

Mengatakan “Allah di mana-mana” adalah keliru dan menyelisihi manhaj salaf

* Allah di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya

* Namun Allah dekat dengan hamba-Nya dengan ilmu dan pengabulan doa.

Runduk suatu kulit yang melekat, ditidurkan pada 7 lapis alam bumi dan langit.

akan jauh lebih dominan menetap tanpa egoisitas pesan yang menjadikan desain #membentuk. kalimat ini sebuah informasi yang “sometimes” terkait satu desiran ada tanah, air, angin, dan bahkan api itu yang selalu menghiasi kehidupan umat.

dikatakan umat, berarti menjurus pada etika peradaban agama disuatu kaum. kaum yang merumpun menyajikan pada sebuah ketentuan dan ketetapan di ; Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Keyakinan & Kepercayaan, semua bermakna kata : Who’s GOD Where Is’t.

pada kekuasaan alam semesta ini, mencerminkan – mencermati – bahkan ada dan tiada itu suatu pendirian konsisten bermaksud belum tujuan.

tujuan yang kami telisik dan gak berisik ini, tersirat pada suatu situasi maupun kondisi Who’s GOD Where Is’t part II sebelumnya dalam #membentuk.

setelah selesai dikemudian hari bahwa letikan, lekukan, s.d imajinasi akal pikiran manusia itu mengalami – bukan, pengalaman. tupoksionity lebih cara membuat diri kepada-Nya.

Pesan yang disampaikan lebih mengenal hakikat kepada-Nya.

tujuan yang terbawa akan terus mengarus digetaran pada kulit dan isi, suaka bersemayam mewujudkan keadaan di ketapatan, keadilan, dan kebenaran. #membentuk.

keilmuan suatu muara, yang membawa pada alam berikut di phase masa ke masa mengenal antara kunci dan gembok itu.

ketika, Who’s GOD Where Is’t? semua terjawab bahwa meletakan hal tersebut.

Wallahu a’lam bi showab

Naskah Dikutip; Wid

Redaksi | Kabupaten Karanganyar, 5 Februari 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network