Washington, D.C. — Pemerintah Federal AS Masuk Partial Shutdown
Washington DC — SHUTDOWN, Pada Sabtu pagi waktu setempat di Pemerintah Amerika Serikat resmi memasuki partial shutdown setelah tenggat waktu pendanaan federal lewat tengah malam tanpa Kongres menyetujui undang-undang anggaran baru untuk tahun fiskal 2026.(31/1)
Sebagian besar lembaga pemerintah kini beroperasi secara terbatas atau dihentikan sementara karena tidak ada pendanaan yang berlaku efektif.
Akar Kebuntuan Anggaran
Kebuntuan ini muncul setelah negosiasi anggaran antara Partai Republik dan Demokrat di Kongres retak, terutama soal pendanaan untuk Departamento of Homeland Security (DHS), badan federal yang membawahi imigrasi dan penegakan keamanan dalam negeri.
Senat sempat menyetujui paket pendanaan senilai US$1,2 triliun yang membiayai sebagian besar pemerintahan, termasuk perpanjangan sementara dana DHS selama dua minggu agar pembicaraan reformasi bisa terus diteruskan.
Namun RUU ini tidak sempat diputuskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat sebelum tenggat waktu. Akibatnya, pendanaan untuk beberapa lembaga menjadi kosong dan mekanisme shutdown otomatis mulai berlaku.
Demokrat Menolak DHS:
Sejumlah Senator Demokrat menolak memasukkan dana DHS kecuali ada reformasi tegas terhadap Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan agen penegak lainnya setelah kematian dua warga AS dalam insiden penembakan oleh agen federal di Minneapolis baru-baru ini — termasuk kasus Alex Pretti yang memicu kemarahan publik dan politisi.
Tuntutan Demokrat meliputi pengawasan lebih ketat, penggunaan body camera, serta aturan disiplin baru untuk membatasi kekerasan aparat — sebuah posisioning yang jarang terjadi dalam politik mereka terhadap isu imigrasi.
Dampak Shutdown*
Partial shutdown kali ini diperkirakan akan berdampak pada layanan federal non-esensial seperti pendidikan, penelitian, perumahan, dan beberapa layanan administrasi, sementara layanan yang dianggap “esensial” seperti militer, keamanan nasional, dan layanan darurat tetap berjalan meskipun staf mungkin tidak dibayar sampai anggaran disetujui.
Federal Reserve, IRS, dan sejumlah program sosial dapat mengalami penundaan dalam operasional atau layanan pendukung, sementara pegawai sipil yang tidak termasuk kategori esensial bisa dirumahkan tanpa bayaran sampai pemerintahan dibuka kembali.
Jalan Keluar Politikal
Para pemimpin Kongres, di kedua partai, menyatakan keyakinan bahwa shutdown ini kemungkinan hanya berlangsung singkat.
Senat sudah menyetujui sebagian besar paket anggaran, dan Dewan Perwakilan Rakyat diperkirakan akan kembali bersidang awal pekan depan untuk memberikan suara atas paket yang ditawarkan. Jika disetujui, pendanaan federal dapat dipulihkan dalam hitungan hari.
Namun dinamika politik tetap rumit:
faksi Partai Republik yang keras di DPR ingin menautkan isu lain seperti reformasi pemilu atau kebijakan imigrasi tambahan, sedangkan sebagian Demokrat tetap teguh menuntut reformasi DHS/ICE sebagai prasyarat dukungan anggaran.
Redaksi | 31 Januari 2026
