IMG 20260110 094552

Tak Perlu Kuatir Dalam Kebenaran

JST-NEWSTak Perlu Kuatir Dalam Kebenaran, Insan yang mukmin dan beragama pada tongkat kehidupan manusia yaitu “benar telah beriman” ketika, iman itu digoyahkan secara syari’at dapat kembali dirujukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(10/1/2026)

IMG 20260110 104014

“Kendal Berkiprah – Menjiwai Langkah”

menyikapi dalam perjalanan, menuju faridho lan gusti sing mulyo. haturkan kebijakan seseorang yang dapat salah bukan berarti ; penempatan itu disalahkan, saling mengenal ke pencipta pada tekad kuat dan yakin semua ada rumusan ilahiyah yang benar dalam setiap kisah digambarkan untuk kemaslahatan bagi seluruh alam semesta ini.

ungkap ; kebenaran satu sisi, dua sisi, s.d ada yang menyisihkan dalam bentuk kemunafiqan atau keburukan ditutupi pada kamuflase “kita semua telah dibekali dalam teori dan praktek untuk menjunjung bangsa dan negara di Indonesia – bagi kami semua kinerja adalah sementara yang cukup melangsungkan akad itu salah atau benar.”

hukum manusia masih didunia yang dapat diubah, berubah, bahkan itu semua merekat dalam perhelaian secarik kertas dan manusia semua bisa melakukan, memperoleh, sampai membuat pilihan dari kehidupan itu berjalan atau stage pada posisi (salah dan benar). ketika tangan ini meletakan dalam firman Allah SWT yang diatas kepala semua manusia “berpikir? atau amanah? dalam tugas teremban”

tanya nya; ada pada diri kehendak Tuhan Yang Maha Esa – suatu saat hidup dan mati itu terdapat atau mendapatkan mutu keimanan yang diberikan taqwa, atau bahkan mengingkari #falsafah akad peristiwa saat ditempa pada dedikasi murni di jiwa-Nya.

Firman Allah SWT itu; bukan permainan – alam semesta ini terus berjalan menghidupkan semua umat ditapak jejak tilas bumi ini bersuaka.

manusia bisa apa? cukup menjawab di diri masing-masing. kehidupan atau pilihan kematian esok “tak dapat bertemu Tuhan Yang Maha Esa, yaitu #Allah SWT”

Allah SWT itu ada di diri semua! bukan yang sehari-hari hanya hiasan terlihat pada tulisan di dinding, di suasana tempat – tempat suci sekalipun. Melainkan Allah SWT yang berada pada diri kita itu #Membentuk. Insan sebagai syari’at yang memiliki potensi mensyaratkan pilihan.

mau benar atau salah! inilah acuan insan didunia yang ketika dalam kinerja salah retasan nya “karena, ada pengelompokan, perseteruan di ruang kinerja, atau perhelakan jabatan dan karir mungkin takut dibuka pada aib insan itu memilih jawaban kedua tersebut.

kejiwaan mutu ilmu pengetahuan yang diraih, belum tentu pada situasi nya terus dimiliki bahkan diberikan.

bisa letaknya – qona’ah atau amanah, itu merekat pada nilai rasa , jiwa, belum masuk pada ruh-Nya.

pada waktu ruh-Nya terjemput dikisah tentara – tentara Allah SWT yang turun ke bumi “mengambil hela nafas – makan dan minum tak dapat dinikmati lagi, bahkan kehidupan ditutup mati oleh-Nya”, lalu apa tertutur dibenak mu? (Jawabnya ; Insan itu yang memahami – bukan mengetahui)

semua terpelihara dalam titisan ilmu pada Pancasila di suatu negeri Indonesia ini – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

akan masuk alwaro yang membawa kembali Indonesia ini ; berkelanjutan kedepan – bilamana PEMIMPIN semua dikalimat terpimpin dan Memimpin, merasakan apa yang dimakan, diminum, dan ditersierkan pada harta lantaran titipan #semua dapat kembali kehadapan bumi Allah semesta ini.

bagi semua rakyat pun hidup dalam keamanahan Ihsan – merawat dan menjaga pada kata ; berjalan seiring langkah ujian bukan soal, persoalan bukan diartikan pilihan. Keadaan adab ihsan itu yang selalu mengakar pada dua nilai antara dzhoir dan bathin.

Keterangan ;

#Jangan sampai membelakangi insan yang telah menetapkan pada kebenaran dibuat salah.

#jika jadi insan berniat untuk benar “jauhi yang berbahan neraka “batu dan manusia “ini bentukan olahan firman Allah SWT.

#batu itu apa?

#manusia itu apa?

#terkecuali telah menimba keilmuan dan menggali terus berpotensi “adab ihsan “.

(RED)







Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network