IMG 20260316 181125

Orang Tua Korban Bullying di Blora Kecewa Penanganan Penyidikan, Sebut Bukti Medis Tidak Dimasukkan dalam Berkas

BLORAOrang tua korban dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang pelajar di Kabupaten Blora mengaku kecewa terhadap proses penanganan perkara yang dilakukan aparat kepolisian.(16/3) Kekecewaan tersebut muncul setelah sejumlah bukti yang telah diserahkan dinilai tidak seluruhnya dimasukkan dalam berkas penyidikan. Peristiwa ini bermula ketika orang tua korban melaporkan dugaan perundungan yang dialami anaknya, SYAVINO FAQWA MUHAMMAD, ke SPKT Polsek Jepon pada 14 November 2025. Dalam laporan tersebut, pelapor menyerahkan hasil pemeriksaan medis dari RS PKU Muhammadiyah Blora sebagai bukti awal kondisi korban setelah kejadian. Sekitar satu minggu kemudian, pelapor juga menyerahkan hasil pemeriksaan lanjutan dari RSUD Dr. R. Soetijono Blora yang berkaitan dengan kondisi fisik korban. Dokumen pemeriksaan dari kedua rumah sakit tersebut sebelumnya telah diserahkan kepada Kanit Reskrim Polsek Jepon sebagai bagian dari kelengkapan proses penyelidikan. Namun dalam perkembangan penanganan perkara di tingkat penyidikan di Polres Blora, orang tua korban mengaku menemukan adanya perbedaan dalam berkas perkara. Dalam berkas yang telah sampai pada tahap P21, disebutkan bahwa dasar pemeriksaan yang dicantumkan hanya hasil pemeriksaan dari RS PKU Muhammadiyah Blora. Sementara itu, menurut keterangan orang tua korban, hasil pemeriksaan dari RSUD Dr. R. Soetijono Blora yang sebelumnya telah diserahkan tidak tercantum dalam berkas perkara tersebut. Selain itu, ia juga menilai bahwa dalam proses pelaporan tidak dijelaskan secara rinci mengenai kerugian yang dialami korban, baik kerugian materiil maupun nonmateriil. “Sebagai orang tua korban dan bagian dari masyarakat, saya merasa kecewa terhadap penanganan penyidikan yang dilakukan. Bukti yang kami serahkan seharusnya bisa menjadi pertimbangan dalam proses penanganan perkara ini,” ungkapnya. Kasus perundungan di lingkungan pelajar memang beberapa kali menjadi perhatian publik di Kabupaten Blora. Dalam beberapa kasus sebelumnya, pihak kepolisian juga sempat memanggil sejumlah pelajar untuk dimintai keterangan terkait dugaan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Orang tua korban berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara transparan, serta seluruh bukti yang telah diserahkan dapat dipertimbangkan secara menyeluruh, demi memberikan keadilan bagi korban. publikasi ini kami naikan, sebagai bentuk untuk selalu menjaga sikap anak siapapun dijaga #ketika, berbuat sesuatu terhadap hal-hal yang dapat merugikan oranglain dstnya. Kepolisian Cerdas – Cara Sehat Berpikir (Rakyat Jadi Ikut Bahagia) Redaksi | 16 Maret 2026

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 
 
 

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network