Milangkala Ke-34 Kecamatan Tanjungjaya: Merawat Kebersamaan, Menguatkan Tradisi, Menyongsong Masa Depan
Tasikmalaya — Suasana kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti masyarakat Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Memasuki usia ke-34 tahun, Kecamatan Tanjungjaya menggelar rangkaian Milangkala Ke-34 yang dipersembahkan bagi seluruh masyarakat setempat.

Milangkala tahun ini berlangsung pada 20–21 September 2026, dengan pusat kegiatan di Lapang Kantor Kecamatan Tanjungjaya. Sebelumnya, pada 4–5 November 2025, masyarakat juga telah memperingati Milangkala Ke-33 sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan kebersamaan warga Tanjungjaya.
Kecamatan Tanjungjaya sendiri menaungi tujuh desa, yakni Cibalanarik, Cikeusal, Cilolohan, Cintajaya, Sukanagara, Sukasenang, dan Desa Tanjungjaya. Ketujuh desa tersebut menjadi bagian penting dalam membangun harmoni sosial, budaya, pelayanan masyarakat, serta pembangunan wilayah dari waktu ke waktu.

Rangkaian kegiatan Milangkala diawali dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan, yang melibatkan para santri dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Tanjungjaya. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Kemudian kemeriahan berlanjut melalui lomba karaoke yang turut diikuti peserta dari kalangan mahasiswa KKN UNPR, dengan sekitar 35 peserta. Suasana semakin semarak dengan hiburan musik dan penampilan pedangdut Gita KDI, Bodor Ohang, serta Kang Aep.

Memasuki malam puncak, masyarakat disuguhkan berbagai seni budaya Sunda yang menjadi simbol kecintaan terhadap warisan budaya daerah. Rangkaian acara juga diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kecamatan Tanjungjaya selama 34 tahun.
Puncak peringatan kemudian dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2026, di Lapang Kantor Kecamatan Tanjungjaya. Acara tersebut dihadiri Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yaqin dan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayyubi, jajaran pemerintahan kecamatan, Muspika, Kapolsek, Koramil 1214/Sukaraja, para kepala desa se-Kecamatan Tanjungjaya, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.

Kehadiran masyarakat dari tujuh desa menjadikan Milangkala Ke-34 bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan, melainkan menjadi ruang bertemunya masyarakat, tokoh daerah, pemerintah, dan generasi penerus dalam satu semangat kebersamaan.
Camat Tanjungjaya Rahmat mengatakan, Milangkala Ke-34 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Milangkala ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Tanjungjaya yang semakin maju dan religius. Kebersamaan dan semangat pembangunan harus terus dijaga hingga memasuki usia ke-34 tahun dan seterusnya.”
Menurut Rahmat, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur maupun capaian pemerintahan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, serta nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan para pendahulu.
“Pemerintah, dari tingkat yang paling dekat dengan masyarakat hingga pemerintahan yang lebih tinggi, harus terus berjalan seiring dengan masyarakat. Kita harus menjaga kebersamaan, mengingat jasa para pendiri dan para tokoh yang telah memberikan warna dalam perjalanan pembangunan Tasikmalaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keharmonisan kehidupan masyarakat merupakan modal penting untuk membawa Tanjungjaya terus berkembang. Rasa aman, nyaman, tertib, dan saling menghargai perlu dijaga agar pembangunan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Keindahan harmoni yang kita rasakan hari ini patut diapresiasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Anak-anak muda harus menjadi bibit penerus yang menjaga kecintaan terhadap lingkungan, budaya, persaudaraan, serta pembangunan agar terus berkelanjutan pada masanya.”
Rangkaian Milangkala Ke-34 kemudian ditutup dengan jalan santai, hiburan elektone, pembagian hadiah, serta doa bersama yang dipimpin ulama setempat.
Di tengah kemeriahan tersebut, tersimpan pesan sederhana: bahwa usia 34 tahun bukan sekadar angka perjalanan sebuah kecamatan. Ia merupakan catatan panjang tentang masyarakat yang tumbuh, tradisi yang dirawat, pembangunan yang terus bergerak, serta kebersamaan yang diharapkan tidak pernah kehilangan arah.
Dari sebuah wilayah yang terus bertumbuh, Tanjungjaya menatap masa depan dengan semangat kebersamaan—menjaga warisan masa lalu, merawat kehidupan hari ini, dan menyiapkan generasi yang akan melanjutkan perjalanan pada masa yang akan datang.
#MilangkalaKe34 #Tanjungjaya #Tasikmalaya #BudayaSunda #Kebersamaan #PembangunanBerkelanjutan
Pihak-pihak terkait lainnya, turut hadir dari PKK, UMKM, Karang Taruna, Forum RT/RW, dsbnya.
Naskah dikutip oleh: Uus Sutisna – Sponsored By Djarum Cokelat*
Redaksi | 20 September 2026
