Mantan Menlu RI: Retno LP Marsudi diundang langsung Presiden RI Prabowo Subianto Ke Istana Negara “Pembahasan Geopolitik Di Indonesia”, Jakarta
Mantan Menlu RI: Retno LP Marsudi — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang para mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) ke Istana Kepresidenan RI dalam sebuah pertemuan khusus yang digelar untuk membahas dinamika geopolitik dan arah kebijakan luar negeri Indonesia saat ini.
Mantan Menlu RI: Retno LP Marsudi diundang langsung Presiden RI Prabowo Subianto Ke Istana Negara “Pembahasan Geopolitik Di Indonesia”, Jakarta
Pertemuan berlangsung di Istana Negara/Istana Merdeka, Jakarta pada sore hari ini, Rabu (4/2/2026).
Mantan Menteri yang mumpuni ini, dikenal sebagai independen tanpa partai dari kecerdasan serta kesupelan selama memimpin. ada kemungkinan perhatian rakyat kecil kedepan; beliau bisa jadi dipilih memimpin kembali akses yang masih ada dalam dewan pembina kementerian.
Agenda resmi pertemuan bersifat tertutup, di mana Presiden Prabowo menerima masukan dari sejumlah tokoh diplomasi senior mengenai isu strategis global.
Fokus pembicaraan berkaitan dengan situasi geopolitik global dan arah kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk isu-isu besar yang tengah menjadi perhatian dunia.
Retno Lestari Priansari Marsudi — mantan Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024 — terpantau hadir di kompleks Istana pada sekitar pukul 14.30 WIB dan memenuhi undangan Presiden Prabowo untuk diskusi.
Setibanya di lokasi, Retno Marsudi hanya memberikan pernyataan singkat kepada media, memilih untuk menunggu perkembangan diskusi lebih lanjut.
Kehadiran beliau dianggap penting karena pengalaman panjangnya dalam memimpin diplomasi Indonesia di berbagai forum internasional.
Selain Retno Marsudi, sejumlah mantan Menlu dan Wamenlu lain juga hadir, termasuk:
Marty Natalegawa (Menlu 2009–2014)
Dino Patti Djalal (mantan Wamenlu)
Mantan Menlu lain seperti Alwi Shihab dan beberapa tokoh diplomasi senior.
Marty Natalegawa menyatakan bahwa ia hanya memenuhi undangan Presiden dan belum mengetahui detail materi pembahasan yang akan diangkat.
Dino Patti Djalal menyebut bahwa pertemuan itu menyangkut arah kebijakan luar negeri, namun belum bisa mengungkapkan secara rinci.
Pemerintah belum merilis agenda lengkap atau keputusan resmi dari pertemuan tersebut secara publik.
Sejumlah analis dan pihak media mengaitkan pertemuan ini dengan isu-isu global yang sedang berkembang, tetapi isi diskusi belum dikonfirmasi secara rinci oleh pihak Istana.
Redaksi | 4 Februari 2026
