LINK VIBER CUP 2026 : “Jelang Babak 8 Besar Hingga Grand Final Sepakbola Handal di Propinsi Banten, Panitia Gelar Tehnical Meeting Togethers”
Tangerang — Perjalanan LINK VIBER CUP 2026 memasuki fase penentuan. Setelah melewati persaingan babak 16 besar, tim-tim yang berhasil bertahan kini bersiap menghadapi rangkaian pertandingan babak delapan besar, semifinal hingga grand final.
Mematangkan kesiapan tersebut, Panitia Organizing Committee (OC) LINK VIBER CUP 2026 menggelar Technical Meeting di Cafe 99, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan tersebut diikuti jajaran panitia, manajer dan ofisial tim peserta, serta unsur pemerintahan dan keamanan wilayah. Hadir di antaranya Kapolsek Kronjo IPTU Yudi Sulis Gunawan, Danramil 08/Kronjo Kodim 0510/Tigaraksa Korem 052/Wijayakrama Kapten Inf Wahyono, APDESI Kecamatan Kronjo H. Abdulatif yang juga Kepala Desa Pasilian, Satpol PP Kecamatan Kronjo, serta perwakilan Kecamatan Kronjo.
Technical Meeting menjadi forum untuk menyamakan persepsi menjelang fase akhir kompetisi. Sejumlah hal dibahas, mulai dari kesiapan teknis pertandingan, ketepatan waktu kick-off, administrasi pemain, kepemimpinan wasit, aspek keamanan, hingga antisipasi kehadiran suporter.

Panitia Tekankan Sportivitas yang Handal Untuk Regenerasi Esok Dapat Kedudukan Layak di Propinsi Banten, Pada Link Viber Cup 2026 ini;
Ketua Panitia LINK VIBER CUP 2026, Triesno Sergio Apandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang berhasil melewati babak 16 besar.
Menurutnya, memasuki babak delapan besar, perhatian seluruh pihak terhadap jalannya pertandingan harus semakin ditingkatkan. Pemain, manajer, ofisial hingga suporter diminta menjaga komunikasi serta memberikan dukungan secara positif.
“Berikan motivasi dan spirit. Jangan sampai terjadi miss komunikasi antara pemain, suporter maupun masing-masing ofisial,” ujar Triesno.
Ia menekankan, potensi kesalahpahaman harus dicegah melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
“Ini adalah hiburan rakyat. Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan kembali,” tuturnya.
Unsur Keamanan Bersinergi Jaga Kamtibmas, Agar suasana seluruh penikmat sajian sepakbola ala daerah di propinsi banten dapat tumbuh pasti serta layak dihasilkan bibit kompeten SDM untuk kelangsungan pesebakbola jalan terus dikanca nasional & internasional.
Memasuki fase perempat final, aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi salah satu perhatian utama.
Kapolsek Kronjo IPTU Yudi Sulis Gunawan mengingatkan seluruh pihak agar bersama-sama menjaga keamanan selama rangkaian pertandingan berlangsung. Pemain dan suporter diharapkan mampu menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Yang paling utama kita bersama-sama menjaga kamtibmas. Mari kita jaga pertandingan tetap aman dan kondusif, serta mengedepankan sportivitas. Jangan sampai persoalan di lapangan berkembang menjadi keributan,” ujar Yudi.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama.
“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang terpenting keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tuturnya.
Dari unsur TNI, Danramil 08/Kronjo Kapten Inf Wahyono turut menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terpancing oleh situasi di lapangan. Junjung sportivitas dan selesaikan setiap persoalan dengan komunikasi yang baik,” ujar Wahyono.
Ia berharap koordinasi antara panitia, peserta dan unsur keamanan terus berjalan hingga pertandingan terakhir.
“Harapannya seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib dan lancar sampai grand final,” tutupnya.
Sementara itu, APDESI Kecamatan Kronjo H. Abdulatif, yang juga Kepala Desa Pasilian, mengajak seluruh pihak menjadikan LINK VIBER CUP 2026 sebagai ruang olahraga sekaligus hiburan masyarakat yang mengedepankan kebersamaan.
“Kompetisi ini merupakan bagian dari hiburan masyarakat. Karena itu, mari kita jaga bersama agar pelaksanaannya tetap aman, tertib dan sportif. Jangan sampai ada hal-hal yang justru merusak suasana yang sudah baik,” ujarnya.
Abdulatif juga mengingatkan para manajer dan suporter agar menghormati hasil pertandingan serta aturan yang telah disepakati.
“Siap menang dan siap kalah. Yang penting kita jaga persaudaraan dan kondusivitas,” tuturnya.
Disiplin Waktu dan Regulasi Dipertegas & Manajer Tim Soroti Kepemimpinan Wasit ;
Selain aspek keamanan, panitia turut menekankan kedisiplinan waktu. Setiap tim diharapkan hadir sekitar satu jam sebelum pertandingan untuk pemeriksaan administrasi, verifikasi data pemain, sekaligus melakukan persiapan dan pemanasan.
Langkah tersebut dilakukan agar pertandingan dapat dimulai sesuai jadwal dan tidak berlangsung terlalu sore, terutama mengingat kondisi penerangan di sejumlah venue menjadi salah satu pertimbangan teknis.
Technical Meeting juga membahas mekanisme pertandingan apabila laga berakhir imbang. Berdasarkan skema yang disepakati, pertandingan dapat dilanjutkan melalui adu penalti tanpa extra time, sesuai regulasi kompetisi.
Masukan juga disampaikan Saidul Milad, Kepala Desa Kresek yang dikenal dengan sapaan “Bandeng”, sekaligus manajer Perscia Reborn Kresek.
Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan wasit yang netral dan profesional, khususnya ketika kompetisi memasuki fase delapan besar.
“Ini soal kepemimpinan wasit yang benar-benar harus netral dan profesional. Lalu terkait petugas keamanan juga perlu ditambah personelnya untuk mengantisipasi gangguan dari kehadiran para suporter,” tegas Bandeng.
Ia juga mendukung penerapan kedisiplinan waktu dengan meminta seluruh tim hadir satu jam sebelum pertandingan.
“Nah, ini yang harus dipersiapkan dan disepakati bersama, agar jangan sampai laga terlalu sore karena tidak semua venue memiliki lampu penerangan,” tuturnya.
Panitia juga mendorong seluruh peserta memperkuat komitmen melalui integritas kebersamaan.
Para manajer dan perwakilan tim diminta menaati regulasi, menerima hasil pertandingan dengan sportif, serta siap menerima sanksi apabila melakukan pelanggaran.
“Semua tim harus siap menang dan siap kalah. Semua tim harus mendukung sportivitas. Tim juga harus legowo jika menerima sanksi bila melakukan pelanggaran,” pungkas Bandeng.
Selain Technical Meeting, kegiatan di Cafe 99 juga dirangkai dengan sesi wawancara bersama manajer dan ofisial masing-masing tim.
Kini, persiapan menuju babak delapan besar telah dimatangkan. Persaingan di lapangan diperkirakan semakin ketat, sementara seluruh pihak diharapkan tetap menjaga keamanan, ketertiban, komunikasi dan sportivitas.
LINK VIBER CUP 2026 selanjutnya memasuki rangkaian babak delapan besar, semifinal hingga grand final. Panitia berharap turnamen tersebut tetap menjadi kompetisi yang menjunjung sportivitas sekaligus menjadi hiburan rakyat bagi masyarakat Kecamatan Kronjo dan sekitarnya. Imron R. Sadewo, C.BJ (Bocah Angon) – Tim 3 Pers PLUS***
Redaksi | 23 September 2026


