kemayoran

Kemayoran Jakarta Di Guyur Terang Bersama Sholawat “Pecinta Maulid Nabi Muhammad SAW”

JST-NEWS | Kemayoran Jakarta Di Guyur Terang Bersama Sholawat “Pecinta Maulid Nabi Muhammad SAW”, Bahagia kalimat ini terbuka bagi umum menselaraskan langkah jalan yang sempit jadi mudah, jalan yang lupa jadi bertanya pada siapa esok terjemput bila telah hela nafas kalian terjikut oleh para malaikat-malaikat yang hampiri dikisah perjalanan – ikutlah segera dalam kaki hingga tangan bersedekap bagai paras mata lirak-lirik di jiwa senandung diiringi kalimat “allahuma sholi ala muhammad wa ala alihi wa’ashabihi wa salimna muhammad”.(12/9/2025)

banyak risalah rasulullah SAW tak kan pernah luntur bahkan mati di histori kenabian kita sebagai umat Islam mengumandangkan sejuta sholawat atau satu sholawat lebih mengenal sejati-Nya.

Terbitan macan kemayoran di Jakarta Pusat – mengentaskan bersama para habaib atau kekasih-Nya yang menyentuh selalu dalam senandung melirihkan kebodohan, keculasan, kecemasan, sampai adanya pagi dijemput berjalan tetap seimbang searah pada penerangan umat yang tak jauh dalam faedah ilmu bermanfaat.

momentum ini akan di isi oleh “Al-Habib Syeckh Abdul Qodir Assegaf“, dan seluruh iringan pecinta habaib di tingkat Jakarta tentunya(.)

acara ini digagas oleh para pecinta rasulullah SAW yang menyanjung tinggi konduite rasa, jiwa, sampai titik ruh-Nya resik mencercahkan antara dzhoir dan bathin diteguh persoalan jadi pembendaharaan sholawat kukuh tanpa batasan diamaliyahkan.

Hai Umat Nabi Muhammad SAW, apa sudah baik hidup di masyarakat kali ini? atau kurang? atau lebih? atau belum kita semua menyempurnakan ilmu tentang shloawat. semua hanyalah perputaran kiasan duniawi dikasat bila tak mengenali diri amsing-masing, sementara yang seperti kapas kelak – bilamana tujuan dari persaudaraan ini tak dapat ditumbuhkan satu sama lainnya.(Red)

semoga malam nanti, di sabtu manis umat Islam Di Jakarta khususnya daerah macan kemayoran dikenal/dirujuk oleh sebagian penduduknya notabene “betawi punya gaye – betawi sa wan press” yuk!!! sama-sama ikutan duduk, lenggah merapatkan barisan diwejangan mengingat (dzikr) mengadahkan tangan yang pahit, tangan yang manis, atau tangan tak lagi  jadi panjang didunia kerja dsbnya, dari kalimat tak luput / lupa dari kata : SHOLAWAT !!! “Sholi Ala Muhammad”.

Ya Badrotin mengungkep kucuran tubuh ini selalu rindu akan suatu keilmuaan dari para guru sejati, mursyid yang selalu ditaati, sampai para ulama di Indonesia tetap mendoa’kan Indonesia lebih terang berinovasi diiringi kemuliaan sesama meraih masa depan yang tulus, rukun, mumpuni dalam penerangan ilmu pengetahuan yang diemban ketika “belajar”.(Tim-Red)

Doa’ kita bersama semoga Gubernur Daerah Khusus Jakarta dan Wakil Gubernur pun dapat tertarik tumpu duduk satu sama-sama bersholawat cinta akan nilai insan bijak dan mulia.(Wid)

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network