BNPB ; Kita Bekerja Untuk Rakyat Indonesia – Update Dalam Korban Di Sumatera
JST-NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui total korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat lewat Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025.
Hingga Rabu (7/1/2026) pukul 12.50 WIB, tercatat korban meninggal mencapai 1.178 jiwa dan 147 lainnya hilang.
“Jumlah korban meninggal 1.178 jiwa, hilang 147 jiwa, dan total mengungsi 242.200 jiwa,” tulis data tersebut, saat dilihat pada Rabu (7/1/2026).
Dari 1.178 yang meninggal, 371 merupakan warga Sumatera Utara, 264 dari Sumatera Barat, dan 543 dari Aceh.
BNPB juga mencatat jumlah kerusakan pada rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas yang terdampak.
“53 kabupaten/kota terdampak. 175.126 rumah rusak: 53.432 rusak berat, 45.106 rusak sedang, 76.588 rusak ringan,” tulis data tersebut.
“215 fasilitas kesehatan rusak, 3.188 fasilitas pendidikan rusak, 803 rumah ibadah rusak, 776 jembatan terdampak, dan 2.060 jalan terdampak.”
Kami mengabdi bersama-sama dalam suasana rakyat Indonesia menjadikan tetap menjaga seluruh amanah NKRI terapkan “interaksi sosial terjun langsung ke tengah-tengah rakyat”, semua atas dasar hati dan perbuatan ini lebih peduli mengentaskan kemiskinan jati diri, kinerja bobrok yang tak dapat menginjak suatu kepedulian publik transparan dalam perform menjiwai rasa nasionalisme terhadap abdi negara ini.” Tutupnya; Tim – BNPB.
Adapun regulasi yang kami haturkan kepada seluruh pemimpin bangsa dan negara dunia nasional maupun internasional #berkontribusi pada rasa kepedulian menikmati isi alam semesta ini terjaga dalam setiap sisinya lebih baik dan benar.
harapan kami di rasa bermasyarakat, tetap mengedukasi hal-hal mulia dalam meningkatkan SDM yang cekatan pada suatu rasa menjiwai disetiap peran masing-masing mengolah perakalan sehat selalu #Trust In Respect.
Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia berdiri dari suatu perjuangan hari ini tak ada kata terlambat berbuat. Namun nilai pengujian bakti kami digerakan cinta antara atas dan bawah menuai kesetaraan individu yang berbudi pekerti tercetus dari kesederhanaan, keharmonisan, sampai merujuk kalimat ; marilah peduli dalam membentuk karakter budidaya iman jangan sampai tergadaikan dari suatu golongan yang tamak, keji, bahkan rakus : pada telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
RED – 2026/Sumatera/7/1 – JST-NEWS
