MTQ NASIONAL XXXI 2026 RESMI BERAKHIR – Sebagai Penutup Imtaq Di Dunia: Ilmu Al-Qur’an yang terus tumbuh regenerasi “Mengenal Arti Makna Syarat Tujuan Kepada Diskusi Dengan Allah SWT”
Semarang — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi berakhir pada Sabtu malam, 19 September 2026, di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah. Malam penutupan berlangsung meriah dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian perhelatan Al-Qur’an tingkat nasional yang telah berlangsung selama sembilan hari.(20/9/2026)
Suasana penutupan semakin semarak dengan kehadiran masyarakat yang memadati kawasan Simpang Lima. Sebelumnya, pada babak final Jumat (18/9), Lapangan Pancasila juga dipenuhi warga yang menyaksikan langsung penampilan para finalis.
MTQ NASIONAL XXXI 2026 RESMI BERAKHIR – Sebagai Penutup Imtaq Di Dunia Ilmu Al-Qur’an yang terus tumbuh regenerasi “Mengenal Arti Makna Syarat Tujuan Kepada Diskusi Dengan Allah SWT” Bacalah!!!
Malam Penutupan di Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah Dipadati Masyarakat
Rangkaian penutupan kemudian menjadi ruang perjumpaan antara para kafilah, masyarakat, pemerintah, ulama, Dewan Hakim, dan jajaran penyelenggara.
Sejumlah Tokoh Hadir, Ikut serta terkesimak dalam tartil serta makhrajul huruf “kesempurnaan membaca sebagian dari lisan itu dapat terbasahi ilmu kedisiplinan jujur dan taat pada faedah keimanan di Ihsan masing-masing.
Penutupan MTQ Nasional XXXI dihadiri Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Turut hadir Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab, sejumlah kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, serta kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran Menteri Agama RI menjadi bagian penting dalam penutupan tersebut. Pada momentum itu, Nasaruddin Umar menyerahkan dokumen/SK pelaksanaan MTQ Nasional XXXII kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menandai peralihan estafet penyelenggaraan MTQ Nasional menuju Jakarta pada 2027.
2.242 Peserta dari 37 Provinsi, Menikmati Kesejukan Lantunan demi ayat yang disajikan dalam bahasa “berdiskusi dengan Allah SWT serta melahirkan anak bangsa Indonesia berprestasi ke jenjang masa depan maupun dapat bertemu di Akhirat pada kecintaan dunia keislaman yang syarat kental sebuah makna sampai dengan tujuan.
MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi, yang berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori di sejumlah arena selama sembilan hari.
Dari hasil akhir kompetisi, Kalimantan Timur meraih gelar juara umum dengan 288 poin, sementara Jawa Tengah berada pada posisi berikutnya dengan 208 poin dan DKI Jakarta memperoleh 129 poin.
Bagi Jawa Tengah, penyelenggaraan MTQ juga menjadi momentum penting sebagai tuan rumah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut pelaksanaan selama sembilan hari membawa suasana kebersamaan di tengah masyarakat. Pemprov Jateng juga melaporkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan tersebut, termasuk aktivitas UMKM dan sektor ekonomi lainnya.
Inilah Bukan Sekadar Kompetisi, Namun Memperkaya dalam menguatkan lafadz – lafadz ilmu Al-Qur’an terus tumbuh besar di Indonesia bahkan di seluruh Mancanegara.
MTQ Nasional XXXI meninggalkan pesan bahwa perhelatan Al-Qur’an tidak berhenti pada persoalan kompetisi dan perolehan prestasi. Para kafilah kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, persaudaraan, serta semangat untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Setelah Jawa Tengah, estafet MTQ Nasional berlanjut ke DKI Jakarta untuk penyelenggaraan MTQ Nasional XXXII Tahun 2027.
Dari Jawa Tengah, cahaya Al-Qur’an terus melangkah.
Dari Semarang menuju Jakarta, MTQ Nasional menjadi ruang silaturahmi, prestasi, dan penguatan nilai Qur’ani bagi Indonesia.

Inilah rangakaian wacana publik yang menjadi sebuah terbuka untuk masyarakat mendambakan ibadah ghoiru magdho sangat menjadi sunnah kewajiban, bahwa Al-Quran itu penting pertanda beduk juga jadi simbol setiap orang dapat mendengarkan ‘ketika dikumpulkan pada alam Mahsyar kelak dikemudian hari Akhirat itu yang selamanya dari penantian hidup panjang perjalanan Umat Islam.
MTQ Nasional XXXI JATENG Sukses Ke Jenjang Pembaharuan Penuh Syafa’at di Kalam Ilahi — Data, Peristiwa, dan Informasi Publik secara nyata untuk Warga Negara Indonesia.
Redaksi | 20 September 2026
