Ekonomi Regional Jadi Fokus Utama Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Lebih Inklusif
JST-NEWS, Rembug Pembangunan Jateng 2026 yang digelar di Banjarnegara pada Senin (18/05) menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan kawasan regional berbasis potensi lokal, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Forum tersebut menyoroti penguatan wilayah Wonobanjar dan Cibalingmas sebagai kawasan strategis yang diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Pembahasan utama dalam rembug pembangunan tersebut menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan serta penguatan ekonomi syariah yang dinilai mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan menilai bahwa pendekatan pembangunan berbasis karakter wilayah dan budaya lokal menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Wilayah Wonobanjar yang meliputi kawasan Wonosobo, Banjarnegara, dan sekitarnya dikenal memiliki potensi wisata alam, pertanian, budaya, hingga ekonomi kreatif yang terus berkembang. Sementara kawasan Cibalingmas yang mencakup Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen dinilai memiliki kekuatan besar dalam konektivitas ekonomi regional, sektor UMKM, industri kreatif, hingga pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Melalui forum tersebut, pembangunan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan infrastruktur semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan pelaku usaha kecil, serta penciptaan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkeadilan. Konsep ekonomi syariah turut menjadi perhatian karena dianggap mampu menghadirkan sistem ekonomi yang lebih transparan, produktif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.Jelasnya; Gubernur – Luthfi,
Masyarakat diharapkan menjadi bagian utama dalam proses pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam menjaga keberlanjutan ekonomi daerah. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jawa Tengah yang maju, adaptif, dan berdaya saing nasional.
Rembug Pembangunan Jateng 2026 sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun kawasan dan bilamana ada yang berani mencoba korupsi ditanggung secara privasi
“tanpa adanya buat malu diri pribadi, kelompok, golongnan, bahkan keluar saja dari jawa tengah; ketika masih coba-coba jadi pengutil kebijakan bahkan maling”
ini menjadi acuan yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Dengan arah pembangunan yang terintegrasi dan berbasis potensi lokal, Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi contoh pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara luas.
Redaksi | 18 Mei 2026
