Indonesia – Berlogika & Beretika, antara hoaxs dalam prahara VIRAL or Ujaran❓
Jakarta, Indonesia – Berlogika & Beretika, antara hoaxs dalam prahara VIRAL or Ujaran?(2/5)
Polemik arti nama – dam sebuah frasa wacana mendongkrak belbagai pemikiran. “Mengkaji – Menela’ah, Observasi – Isi – Kesimpulan” Apa yang dimaksud dalam bentuk ; Tujuan”.

1. Hormati Hak Konstitusional
Partai Ummat menghormati setiap langkah hukum yang ditempuh oleh seluruh warga negara, termasuk wacana pelaporan terhadap Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Bpk. Dr. H. Amien Rais.
Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi menegaskan: _“Menempuh jalur hukum adalah hak konstitusional setiap warga negara. Partai Ummat tidak dalam posisi menghalangi hak tersebut.”
2. Hukum Jangan Jadi Alat Politik
Meski demikian, Partai Ummat mengingatkan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil dan tidak boleh dijadikan instrumen politik untuk membungkam kebebasan berpendapat yang dijamin UUD 1945.
“Kritik adalah vitamin bagi demokrasi. Jangan sampai penegakan hukum justru mematikan nalar kritis anak bangsa,” tegas Ridho.
3. Substansi Pernyataan Amien Rais
Partai Ummat memandang pernyataan Bpk. Amien Rais merupakan bagian dari kritik publik yang disampaikan secara lugas dan terbuka. Beliau hanya menyuarakan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait dinamika pemerintahan saat ini.
4. Tanggapi Tuduhan Hoaks
Terkait pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menyebut informasi tersebut sebagai hoaks dan berpotensi melanggar UU ITE, Partai Ummat menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada mekanisme hukum yang berlaku.
Partai Ummat percaya aparat penegak hukum akan bekerja profesional, proporsional, dan tidak tebang pilih.
5. Seruan Persatuan Nasional
Partai Ummat mengajak seluruh elemen bangsa untuk menahan diri, mengedepankan dialog, serta menjaga persatuan dan kesatuan nasional. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam demokrasi, namun keutuhan NKRI adalah harga mati.
Ayuk ‼️ Warga Negara Republik Indonesia – Kita semua belajar mengkaji #Berbahasa SATU bahasa Indonesia – Berpikiran positif dan Berpikir Dalam pola pandangan negatif.
Remis nya; masing-masing individu mengulas antara ada dan tiada. “lambat laun pun semua dipertanggungjawabkan pada satu liang lahat dikala nanti.”
Adab jadi polemik perpolitikan saat ini, atau hilangnya akal pikiran insan?
Redaksi | 2 Mei 2026
