IMG 20260207 145730

Ust Ihyaul’ Haqiqi – Ramadhan 1447 H : Indonesia Maju Meraih Masa Depan Mapan

GUNUNG KIDUL  — Indonesia Maju Bersama Masa Depan Mapan (7/2)

RETIKAN DIRI MENGAMBIL LANGKAH INDONESIA MAJU MASA DEPAN MAPAN

Oleh: Ust. Ihyaul Haqiqi, S.Pd

Ramadhan kembali hadir menyapa umat dengan cahaya yang tak pernah redup oleh zaman.

Romadhon 1447 Hijriah bukan sekadar momentum ibadah ritual, melainkan panggilan peradaban bagi bangsa.

Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang bergerak cepat, Ramadhan datang membawa pesan klasik yang selalu relevan: memperbaiki diri untuk memperbaiki negeri.

Puasa mengajarkan disiplin, menahan diri dari yang halal demi menghindari yang haram. Inilah fondasi karakter bangsa yang maju.

Indonesia tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi ketangguhan spiritual.

Dari sinilah masa depan yang mapan dibangun — bukan hanya dengan pembangunan fisik, tetapi dengan pembangunan akhlak.

Ramadhan adalah madrasah kejujuran. Saat tidak ada yang melihat, hanya Allah yang menjadi saksi.

Nilai ini, jika hidup dalam setiap diri anak bangsa, akan melahirkan budaya kerja yang bersih, pelayanan publik yang amanah, serta kepemimpinan yang berintegritas. Indonesia maju bukan sekadar slogan, melainkan hasil dari pribadi-pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.

Lebih dari itu, Ramadhan menghidupkan empati sosial.

Zakat, infak, sedekah, dan kepedulian kepada sesama menjadi denyut nadi kehidupan umat. Ketika kepedulian tumbuh, kesenjangan menyempit.

Ketika kebersamaan menguat, ketahanan sosial menjadi kokoh. Inilah modal sosial terbesar menuju masa depan yang mapan.

Di bulan suci ini, masjid kembali ramai, doa-doa melangit, dan hati-hati dilunakkan.

Momentum spiritual ini semestinya tidak berhenti pada kesalehan individu, tetapi menjelma menjadi kesalehan sosial.

Ramadhan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita beri.

Romadhon 1447 H menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kemajuan moral warganya.

Indonesia yang maju adalah Indonesia yang warganya sabar dalam ujian, kuat dalam godaan, dan ikhlas dalam pengabdian.

Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik perbaikan diri, keluarga, dan lingkungan. Karena dari pribadi yang bertakwa lahir masyarakat yang berdaya, dan dari masyarakat yang berdaya lahir bangsa yang bermartabat.

Romadhon 1447 H bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menumbuhkan harapan, memperkuat persatuan, dan menyiapkan masa depan yang mapan bagi Indonesia tercinta.

Tim keredaksiaan merefresh dalam ngulik bersama di akses network multimedia platfform digital siber online merundukan retikan sebuah ilmu pada diri bersandar pada kodrtaulloh di ketentuan dan ketetapan umat dunia. yang tentunya merujuk mufidah lan mahmudah untuk pemimpin Bangsa Dan Negara Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto Dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran seluruh umat di Indonesia yang memimpin dalam kemaslahatan secara syari’at tepat, adil, baik, dan benar.

Redaksi | Gunung Kidul – Wonosari, 7 Januari 2026

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




















 

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network