Google ; Angkat BiCARA PADA TUDINGAN NADIEM‼️💥🔨
JST-NEWS – Google ; Angkat BiCARA PADA TUDINGAN NADIEM‼️💥🔨 – Jakarta, 11 Januari 2026.
Google angkat tanduk geram mengenai kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menyeret mantan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Google menegaskan bahwa mereka telah berinvestasi jauh sebelum Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbud Ristek.
“Google, bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan,” tulis Google dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026). Google menyampaikan, investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apapun dengan upaya jangka panjang mereka dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia.
Selain itu, Google juga tidak terkait dengan kerja sama bersama Kementerian Pendidikan mengenai produk dan layanan Google. Google menegaskan mereka tidak pernah menawarkan imbalan apapun kepada pejabat Kementerian Pendidikan supaya menggunakan produk Google.
“Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google,” jelasnya.
“Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi,” imbuh Google.
Jaksa sebut pengadaan Chromebook untuk kepentingan Nadiem Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan pengadaan laptop berbasis Chromebook semata-mata untuk kepentingan Nadiem Makarim.
Hal ini diketahui saat JPU membacakan surat dakwaan atas nama Sri Wahyuningsih, selaku Direktur Sekolah Dasar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah pada tahun 2020-2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Lingkungan Direktorat Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2020-2021.
“Hal itu dilakukan terdakwa Nadiem Anwar Makarim semata-mata hanya untuk kepentingan bisnisnya agar Google meningkatkan investasi penyetoran dana ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB),” ujar salah satu jaksa, dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025). Jaksa mengatakan, sejak awal, Nadiem telah mengetahui bahwa laptop Chromebook tidak bisa digunakan untuk siswa dan guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
“Sedangkan, terdakwa Nadiem Anwar Makarim mengetahui laptop Chromebook dengan sistem operasi Chrome tidak bisa digunakan oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar, khususnya di daerah 3T,” ujar jaksa.
Hal ini karena laptop Chromebook membutuhkan sinyal internet yang memadai agar dapat beroperasi. Sementara itu, aksesibilitas internet di Indonesia belum merata. Dalam kasus ini, Nadiem disebut memperkaya diri sendiri hingga Rp 809,5 miliar.
Nadiem dinilai, telah menyalahgunakan wewenangnya untuk mengarahkan spesifikasi pengadaan yang membuat Google menjadi satu-satunya penguasa ekosistem pendidikan di Indonesia. “Bahwa terdakwa Nadiem Anwar Makarim telah menyalahgunakan dengan mengarahkan spesifikasi laptop Chromebook menggunakan Chrome Device Management (CDM)/Chrome Education Upgrade, menjadikan Google satu-satunya yang menguasai ekosistem pendidikan di Indonesia,” ujar jaksa.
Keuntungan pribadi yang diterima Nadiem disebut berasal dari investasi Google ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yang melalui PT Gojek Indonesia. “Adapun sumber uang PT AKAB sebagian besar merupakan total investasi Google ke PT AKAB sebesar 786.999.428 dollar Amerika Serikat. Hal tersebut dapat dilihat dari kekayaan terdakwa Nadiem Anwar Makarim yang tercatat dalam LHKPN pada tahun 2022, perolehan harta jenis surat berharga sebesar Rp 5.590.317.273.184,” imbuh jaksa.
bagaimana tanggapan para rakyat netizens dipublik, yuk kita lirik telisik gak’ berisik :
*yang saya herankan adalah, apakah proses ini tdk ada tranparansi ? mestinya semua kebijakan sudah melalui kajian dan selalu dipantau eksekusi kebijakannya, seperti sengaja dijebak…!
pak nadiem kayaknya terlalu jauh melangkah untuk indonesia, belum siap, atau tidak berbagi rejeki, pejabat jujur ancur…. Indonesia (komentar dari netizens*
*menurut saya gojek & google itu symbiosis mutualime win win solution tanpa merampok negara, nadim bersih, yang bermasalah itu yang dibelakang layar top mind…*
*yang jadi masalah pengguna chromebook itu ga mau beli paket internet….menjadikan laptop yg sdh dibeli jadi ga terpajkai. google tuh investasi di gojek sblm nadiem jadi menteri.dakwaan nya maksa banget…😡😡😡 *
*yang korupsi banyak bebas.. yang bersih dibuat2 salah..*
*Tak perlu pembelaan pak Nadiem, semua sudah hasil kinerja dari pengkondisian kalian pada pejabat – pejabat daerah ataupun ada DPR mungkin yang miliki tujuan dapat proyek-proyek akses itu?*
*Periksa ke daerah – daerah di ke empat pulau sampai ke seluruh penjuru Indonesia, mutu pendidikan memang banyak yang main* TIK, BOS, KIP, semuanya bukti banyak itu di media sosial akses dibeberkan warga demi warga*
serunya, dalam semua memberi komentar dari beberapa media digital di seluruh akses lengkap internet (network tanpa batas, celoteh RAKYAT tak dapat dihilangkan bahkan dihindari bilamana telah VIRAL‼️ masuk penjara (BUI) dikekalan ilmu para pengutil kebijakan salah di instansi pemerintah terkait.
Tim Red©2026/11/1 – Jakarta Dan Sekitarnya/JST-NEWS
