Banyumas – Menyambut Ramadhan 1447 H, Islam Kejawen Tradisi Merakyat Yang Tak Pernah Punah Dalam Zaman
Jawa Tengah — Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, hidup sebuah komunitas adat yang setia merawat warisan leluhur: para pengikut ajaran Bonokeling. Tradisi ini diturunkan dari sosok yang dihormati sebagai Eyang Bonokeling, dan hingga kini tetap dijaga dalam ikatan kekerabatan yang kuat, rapi, dan penuh makna.(13.14/2/2026)
Komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen bukan sekadar kelompok adat, tetapi penanda hidupnya Islam Kejawen —perpaduan nilai spiritual Islam dengan kearifan budaya Jawa yang membumi. Mereka merawat tata laku, unggah-ungguh, dan ritus tradisi sebagai cara menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Di tengah arus modernitas yang kian deras, masyarakat Bonokeling justru tampil sebagai penyeimbang. Mereka tidak menolak zaman, namun juga tidak melepaskan akar. Rumah-rumah tradisional, pola hidup gotong royong, hingga upacara adat yang masih rutin dijalankan menjadi bukti bahwa identitas budaya bisa berjalan seiring dengan perkembangan masa.
Keberadaan komunitas ini memperkaya mozaik kebudayaan Banyumas dan menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan napas yang masih hidup dalam keseharian warganya. Dari Pekuncen, pesan kearifan lokal itu terus menyala: menjaga warisan bukan berarti tertinggal, tetapi memahami jati diri.
Bonokeling hari ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi cermin diplomasi budaya—bahwa perbedaan cara beragama, beradat, dan bertata hidup dapat dirawat dalam bingkai saling menghormati. Sebuah pelajaran berharga bagi generasi kini: modern boleh, namun akar tetap dijaga.
Video Cuplikan Record ;