IMG 20260208 202602

Astronomi Indonesia : AYOK NAK‼️ Bunda, Perlihatkan Matahari 17 Februari 2026 ?

Jakarta SekitarnyaAstronomi Indonesia : AYOK NAK‼️ Bunda, Perlihatkan Matahari 17 Februari 2026 ?

IMG 20260208 202623

Bunda ; punya niat ajak kamu” jalan-jalan seperti para astronot nak!!! Tuturnya; Bunda.

Lalu Anak Manis sedini mungkin jawab didalam kalbu terdalam pada relungan sajian sang bunda, iya iya bunda beneran ajak aku.”

Bunda ; Iyah… Tanggal 17 Februari ini, kita jalan mengitari matahari seperti para nenek moyang liat matahari berbentuk cincin didalam rindu dikasih – ibu sepanjang masa.

Apa kata akhir bunda? dalam histori esok tentang astronomi luar angkasa si bundar (elips) menyinari dunia. ringkas punya ruang penyunting keilmuan para ahli astronot naik pesawat, tapi dibalik rindu ada sebuah situasi berbeda loh!

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Mengapa Indonesia Tidak Bisa Menyaksikannya?

Pada 17 Februari 2026, dunia akan kembali disuguhkan fenomena langit yang langka dan menakjubkan: gerhana Matahari cincin atau yang sering disebut ring of fire eclipse.

Pada fase puncaknya, Bulan tidak sepenuhnya menutupi piringan Matahari, sehingga menyisakan lingkaran cahaya terang di tepinya yang tampak seperti cincin api.

Namun, ada satu fakta yang mungkin mengecewakan bagi masyarakat Indonesia: fenomena ini sama sekali tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Apa yang Terjadi Secara Astronomi?

Gerhana Matahari cincin terjadi ketika:

Bulan berada di titik apogee, yaitu jarak terjauh dari Bumi dalam orbit elipsnya.

Karena jaraknya lebih jauh, diameter sudut Bulan tampak lebih kecil dibandingkan diameter sudut Matahari.

Saat Bulan melintas tepat di depan Matahari, ia tidak mampu menutupinya sepenuhnya, sehingga terbentuk cincin cahaya di sekelilingnya.

Peristiwa ini terjadi sekitar 6,8 hari setelah Bulan mencapai apogee, kondisi yang secara matematis membuat ukuran tampaknya lebih kecil dari biasanya.

Mengapa Indonesia Tidak Kebagian?

Penjelasannya bukan karena posisi Indonesia yang “kurang beruntung”, tetapi murni karena geometri posisi Matahari–Bulan–Bumi pada saat gerhana berlangsung.

Jejak bayangan inti gerhana (antumbra) — yang menghasilkan fase cincin — hanya melintasi wilayah terpencil Antarktika dan sebagian besar Samudra Selatan. Artinya, hanya lokasi di jalur tersebut yang bisa melihat cincin api secara sempurna.

Sementara itu, bayangan penumbra (gerhana parsial) hanya menyentuh:

*Ujung selatan Amerika Selatan,

*Afrika bagian selatan,

*Sebagian Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia,

*Antarktika,

Indonesia berada jauh di luar jalur bayangan tersebut.

Faktor Waktu: Indonesia Sudah Malam

Faktor kedua yang membuat Indonesia tidak bisa menyaksikan gerhana ini adalah waktu terjadinya gerhana.

Berdasarkan perhitungan waktu global:

Gerhana parsial dimulai pukul 16:56 WIB

Fase cincin dimulai pukul 18:42 WIB

Puncak gerhana cincin pukul 19:12 WIB

Gerhana berakhir pukul 21:27 WIB

Pada rentang waktu tersebut, Matahari sudah terbenam di seluruh wilayah Indonesia. Dengan kata lain, ketika gerhana terjadi di belahan Bumi selatan, Indonesia sudah berada dalam kondisi malam hari.

Inilah alasan ilmiah paling sederhana: tidak ada Matahari di langit Indonesia saat gerhana berlangsung.

Antarktika Jadi Lokasi Terbaik

Dengan fase cincin mencapai sekitar 98% penutupan, wilayah Antarktika menjadi lokasi paling ideal untuk menyaksikan fenomena ini. Di sana, posisi Matahari masih berada di atas cakrawala saat gerhana berlangsung, tepat di jalur antumbra.

Fenomena Langit yang Sangat Bergantung pada Geometri Bumi

Peristiwa ini menunjukkan bahwa gerhana bukan sekadar peristiwa “Matahari tertutup Bulan”, tetapi fenomena yang sangat presisi, bergantung pada:

➡️Posisi orbit Bulan

➡️Rotasi Bumi

➡️Kemiringan sumbu Bumi

➡️Waktu lokal di berbagai wilayah dunia

Sedikit saja pergeseran geometri ini, jalur gerhana bisa berpindah ribuan kilometer.

Kesimpulannya, Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana Matahari cincin 17 Februari 2026 bukan karena fenomenanya tidak besar, melainkan karena jalur bayangan gerhana tidak melewati Indonesia dan pada saat yang sama Indonesia sudah memasuki waktu malam hari.

Berikut negara dan wilayah yang dapat melihat Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 berdasarkan peta visibilitas astronomi:

1. Lokasi yang melihat cincin api (annular) secara penuh

Antarktika — hanya wilayah terpencil di Antarktika yang akan berada di jalur antumbra (jalur cincin), sehingga hanya di sana fenomena ring of fire akan terlihat secara sempurna.

Contoh titik dengan pengamatan annular, para ahli sebagai berikut yah :

• Stasiun Concordia (Prancis–Italia)

• Stasiun Mirny (Rusia)

Hanya dari lokasi-lokasi penelitian seperti ini, cincin Matahari dapat dilihat secara langsung.

2. Wilayah yang melihat gerhana parsial

Meski cincin api hanya di Antarktika, banyak wilayah lain bisa melihat gerhana parsial (Matahari tertutup sebagian oleh Bulan).

➡️Amerika Selatan (bagian selatan)

➡️Argentina

➡️Chili

Afrika & pulau-pulau sekitar, bisa menerbitkan sedikit tidaknya;

➡️Afrika Selatan

➡️Botswana

➡️Eswatini

➡️Lesotho

➡️Madagascar

➡️Mozambik

➡️Malawi

➡️Namibia

➡️Komoro

➡️Mauritius

➡️Mayotte (wilayah Prancis)

➡️Reunion (wilayah Prancis)

➡️Seychelles

➡️Zimbabwe

(dan beberapa wilayah Afrika bagian selatan lainnya)

Wilayah Samudra & Pulau Tengah

➡️Wilayah Samudra Atlantik Selatan

➡️Wilayah Samudra Hindia

➡️Wilayah Samudra Pasifik Selatan

➡️Pulau Bouvet (wilayah Norwegia)

➡️Pulau Heard & McDonald (Australia)

➡️(pulau-pulau kecil terpencil ini berada di jalur parsial)

Negara atau wilayah yang TIDAK bisa melihatnya, sebagai berikut ya pemirsa pembaca media platfform digital siber online;

Indonesia, India, dan banyak negara Asia, Eropa, Amerika Utara, serta negara tropis lain tidak akan melihat gerhana ini sama sekali, karena Matahari sudah terbenam atau posisi jalur tidak melewatinya.

Pada Intinya, Nak!!!

Hanya para pengamat di Antarktika yang bisa melihat gerhana cincin dengan jelas — fenomena “cincin api” yang ikonik.

Banyak wilayah Afrika bagian selatan dan Amerika Selatan bagian selatan hanya akan melihat gerhana parsial, bukan cincin penuh.

Indonesia tidak termasuk dalam jalur visibilitas, sehingga fenomena ini tidak tampak di langit nusantara.

terus negara kita tercinta gimana Bunda? Tanya Anak manjanya.”

Indonesia belum bisa nak!!! Mungkin dilain waktu Iyah anakku. Besok atau menunggu Ayah saja. Pulang dari langit turun ke bumi ini sambil bawakan sejuta rahasia tentang alam semesta, walaupun fenomena hari nanti di tanggal 17 Februari tak dapat melihat “gerhana matahari cincin “.

berarti, ayah bisa melihat Iyah Bunda? Tentunya nak!!!

sebab ayah sayang selama waktu dalam masa dunia ini, belum berakhir – berikhtiar dan berusaha untuk 2 juta lebih penduduk Indonesia bermukim dalam tatanan dikehidupan sehari-hari selalu membentuk inspirasi global astronomi di keilmuan memaparkan secara syari’at Allah SWT miliki bumi dan langit terawat seperti semua pemimpin merawati alam semesta-Nya.

IMG 20260208 202602

semoga saja, pemerintah Indonesia selalu amanah juga iya nak! Senantiasa menjaga rakyat kecil, menengah, s.d high class sekalipun semua setara memakmurkan insan pertiwi se-Indonesia dalam bergerak, seirama dengan penuh makna dan tujuan baik dan benar.

Redaksi | Jakarta, 8 Februari 2026















Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network