Kecamatan Mekarbaru : Sosok Pemimpin Menengah Diatas Roda Pemerintahan Kehilangan, Sekitar Merujuk Doa’ & Harapan Idza Ashobathum Musibah – Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun”
Tangerang, Kecamatan Mekar Baru : Sosok Pemimpin Menengah Diatas Roda Pemerintahan Kehilangan, Sekitar Merujuk Doa’ & Harapan Idza Ashobathum Musibah – Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun”(14/9/2026) hari ini awan mulai menyelimuti para malaikat – malaikat yang hadir mengantarkan runtuhan sedih pada keluarga duka.

kesucian hati yang senantiasa di mekarbaru lingkungan berharap hadir “asa” insan selama memimpin dikenal santun, murah hati, sampai dengan senyuman memaparkan kebahagian beberapa awak media ikut beriringan lepaskan doa’ surotul al-fatihah menembus dinding-dinding tanah lapangnya menjadi ikut terang ketika dilepaskan masuk ke dalam skala ukuran yang mungkin dinanti – nanti “kita semua sama pasti masuk ke barzah melangkah menuju bagian alam berikutnya ” bertemu Allah SWT dan Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW.
siang ini meretih pasih di wajah-wajah isteri dan anak-anaknya, begitu perjalanan cukup diakhiri pada keadaan di kala kecil, anak-anak, hingga merajuk dewasa, dan merekat jadi keluarga.
bahwa hidup ini; seutas benang yang selalu putih – hitam, atau sebaliknya keterbukaan didunia selama masa bakti tertutup jendela.
mata itu tak terbuka kembali meruput tunduk disetiap satu keluarga “kehilangan” – bapak meninggal dunia, ibu meninggal dunia, sampai diri semua insan dijemput para malaikat yang selalu iringi jalan-Nya ; menjawab cukup satu kisah – amaliyah perwujudan diri berbentuk sehari-hari; semoga ilahiyahil wujud itu hadir pada sebuah laman cerita, kesan dan pesan kebaikan bagi seluruh alam semesta.tuturnya : anak harapan.
pesan kuat pagi tadi tim keredaksian menelusuri sebuah rumah “tembok yang berlapis semen dan pasir, cat yang menghiasi dinding – dinding seperti iman ini terlapisi satu phase ilmu manusia ada dijawab #membentuk.
lahiriyah dan bathiniyah masyarakat di kecamatan mekarbaru, kerabat – sanak taulani, dan siapapun yang hadir ikut kehilangan dari kegigihan pemimpin.
“banyak orang terkadang – begitu menunggu hasil penantian didepan jalannya hanya ada pintu satu itu yang harus dilakukan/dituju: kunci hidup – selanjutnya yang kecil dapat luas, yang menengah dapat menunggu, atau yang besar bisa saja sempit tanpa lapang, setelah diletakan pada pintu lubang ukuran 1 x 2 sudah seperti gerbang harapan semakin lama semakin hari ujung tombak kembali ke tanah satu pintu satu masa.”
kematian pasti ada kehidupan – sedangkan kehidupan makin lama makin belajar ilmu sejati pemaparan antar satu dan yang lainnya “sikap-menyikapi, bahkan baik jadi gelisah, buruk jadi benalu, atau sebaliknya pintu kebenaran mutlak ada pada dasar insan (memaku utuh kuat – amalan itu dipertanggungjawabkan selama dapat masa).
Selamat Jalan Menuju Alam-Nya ; H. Imam Bahlawi, S.IP, M.Si, rasa – jiwa – dan ruh ini yang senantiasa mengantarkan masa kita bersama “terputus sudah satu sosok, tetap roda pemerintahan sekitar tumbuh satu masa baru, seperti desa bernama ini dikutip: Kecamatan Mekarbaru.
mekar tumbuh seperti eloknya bunga-bunga yang menaburi dipermukaan tanah sebidang tetap terdorong sumber bakti kinerja selama ini dapat baru, harapan menanti pemimpin esok.
masyarakat bergeming di kalbu, semoga terwujud sosok yang hadir miliki mimik kehidupan sehari-hari menjaga keutuhan wilayah tetap tumbuh berkembang di periode hari-hari terjalani matang merayap ke sel-sel darah mengalir mulia dan kehormatan untuk warga negara Indonesia (*)
bekal hikmah pesan beliau dalam hati menatap anak-anaknya; “ayah pergi kalian semua jaga ibu mu, ibu mu.” amaliyah seorang ayah tiada dalam satu ratapan anak mengalami haru ketika seorang bapak telah pergi selamanya, selanjutnya doa’ yang tak kan pernah putus hingga langit-langit ke tujuh dapat bertemu Nabi Muhammad SAW.
dasar falsafah murni akhir kehidupan, ada pada diri kita masing-masing menuju satu kursi itu indah, atau satu kursi itu berlumut yang memudahkan persalinan hari #titipan jadi bekal dunia seperti hari ini terpijak.
alhamdulilah, atas rahmat-Nya diiringi haturan pijaran cahaya, bertambah satu iman sejati budidaya lekat tetap sepanjang tawadhu merekat kuat dalam ucapan bersama : Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun.
cerah penantian Yaumil Mahsyar – menunggu kita semua dapat sapa menyapa satu sama lainnya, indah dipelukan kedua orangtua generasi yang mengikat olahan Kecamatan Mekarbaru, Tangerang – Daerah Propinsi Banten. kembali***
Pesan anak-anak; “Ingat jalan ayah dan ibu seakan-akan isuk kembali tanpa adanya mereka di sisi-Nya.”
Tangisan hati, haru, menjadi sempurna seperti desaku : Mekarbaru. Malaikat Allah SWT dalam ribuan dilangit mengantarkan jenazah seluruh umat manusia, dapat senyum di wajah terekspose sangat kemilau lampu-lampu benerang kebenaran adalah hidup segalanya, dalam harta titipan, dalam kinerja titipan, dalam anak dan ibu juga hadir mengisi titipan tak sedikit pun lupa. Al-fatihah (***)
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”__
Naskah dikutip oleh: Tim 3 Pers PLUS
Redaksi | 14 September 2026
