Sanggar Kencana Buana Akan Gelar Pentas Teater “OPERA MERAH PUTIH” Libatkan Pelajar SMA se-Jakarta Selatan

Jakarta – Sanggar Kencana Buana Jakarta Selatan akan menggelar pementasan teater bertajuk “OPERA MERAH PUTIH”, sebuah karya teater besutan Arief Akbar Bsa yang akan melibatkan para pelajar SMA dari berbagai sekolah di Jakarta Selatan. Pementasan ini menjadi ruang kolaborasi seni yang mengedepankan pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan, budaya, dan semangat kebangsaan.(5/8/2026)

Melalui pertunjukan ini, ratusan pelajar akan tampil dalam satu panggung untuk menghidupkan kisah yang sarat akan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia. Keterlibatan para pelajar diharapkan menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama melalui seni pertunjukan.

Karya OPERA MERAH PUTIH menghadirkan teater sebagai media pendidikan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak generasi muda merefleksikan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Pertunjukan ini menjadi bukti bahwa seni mampu menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter sekaligus memperkuat apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.

Menceritakan tentang kekuatan raja jahat tokoh Arzil memiliki empat permaisuri Mega, Jingga, Danastri, dan Jelita yang ingin menguasai seluruh negeri menjadi wilayah kekuasaannya, memerintahkan Danastri untuk menghidupkan boneka tanah liat menjadi manusia agar menjadi sumber kekuatannya hidup abadi di muka bumi. Agar boneka itu bisa hidup menjadi manusia seutuhnya maka diperlukan panduan mantra-mantra yang ada pada Kitab Merah yang dijaga oleh Zarina dan Raisya di istana Peri untuk dicuri. Raja Kastara dari Negeri Awan Putih tak tinggal diam serta memerintahkan jenderal Pusparani dan jenderal Sasmaya untuk mengamankan Kitab Merah tersebut, namun rencana itu sudah terlambat, Mata Langit dan Mata Bumi utusan raja Arzil telah lebih dahulu mengambilnya dan menyerahkannya pada Danastri yang kemudian dihidupkannya boneka tanah liat tersebut menjadi tokoh Kanisa. Alam semesta bergetar dengan kehadiran sosok Kanisa gadis pemilik kekuatan alam raya yang seketika dengan kehadirannya menyebabkan kekeringan dan wabah penyakit melanda di seluruh penjuru bumi. Sang penyihir penjaga gerbang Kaila bersama Mahardika dan Mahasura pun tidak mampu membendung kekuatan jahat tersebut yang akan menghancurkan bumi dan membuat tatanan baru dalam kegelapan abadi.

Menjadi menarik ketika semua jalan kebaikan tertutup oleh kejahatan yang merajalela di seluruh penjuru, Jelita permaisuri empat Arzil yang memiliki kemampuan mengubah jalan hidup suratan takdir ternyata lebih memilih untuk berpihak kepada raja Kastara di Negeri Awan Putih dan menjadikan penentu kemenangan atas kekuatan jahat yang kemudian dihancurkannya bersama-sama dengan Kaila sang penyihir.

Dunia menjadi damai serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh negeri menuju generasi emas, Gemah Ripah Loh Jinawi.

Menurut panitia penyelenggara, pementasan ini merupakan bagian dari upaya Sanggar Kencana Buana pimpinan Iqbal Boyratan untuk membangun ekosistem seni pelajar yang aktif, kreatif, dan berdaya saing. Dengan mempertemukan para pelajar dari berbagai SMA dalam satu produksi teater, diharapkan lahir semangat kolaborasi serta kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Indonesia.

Pentas OPERA MERAH PUTIH diharapkan menjadi salah satu agenda seni pelajar yang mampu menginspirasi masyarakat sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai penerus bangsa yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Orkestrasi musikal opera akan ditata langsung oleh Al Hasyimy Center pimpinan Achiem CT dari kota Depok dengan melibatkan banyak penyanyi muda para pelajar setempat. Stage Manager dibenahi oleh Hariansyah, Penata Artistik oleh Selamet Saksono dan Lulu Fadia, sedangkan para Asisten Sutradara dipercayakan pada Michelle Angelica, Griselda Aurelia Zahra, dan Getty Nur Fitria.

Adapun para aktor pelajar yang akan terlibat dalam pementasan OMP tersebut adalah, Azka Tri Andini, Fitri Nabila Octaviani, Senja Karunia Citra, Christie Felizia Sharon, Rizqi Amelia Hasna P, Nur Aida Zani, Gibransyah Bondan R, Kanaya Patihah, Raissa Sakina Azhara, Radesti Alika Putri, Devi Rosadi, Nayila Syakhira A R, Fivit Gema Rinjani, Fahira Calisa S, Bella Valensia, Safa Aulia Anwar, Nofriana D Susanti, Nasia Santoso, Febrian Maliqi S, Jackson M Tarigan, Davar Marcello, Myesha Nafeeza Supriyatna, Baginda Dara Angelita P I S A W, Syahwa Ramadhayanti, Syarifah Novitasari, Fajar Yasdan Ghafari, Kiki Vijalika P Agustin, Adinda Alit Tania, Sarah Dita Nainggolan, Sofia Almira Fidiansyah, Callystha Elvina F B, Khairunnisa Cahya M, Yesenia Suryana, Bilqis N Putri Suherman, Zaeland Azykra Sukanto, dan Nirvana Chantika.

Pementasan OPERA MERAH PUTIH akan digelar pada 12 September 2026 di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan mulai pukul 10.00 sd 21.00 WIB menyajikan hiburan musik band, tari-tarian modern dan tradisional, seminar budaya, pameran seni instalasi, ragam kuliner nusantara dan ditutup dengan dua pertunjukan teater karya Arief Akbar Bsa.

Redaksi | 5 Agustus 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network