Masya Alloh . . . COBA jika ROBOH RUMAHKU ISTANAKU “Pejabat di KRONJO diketuk IMAN Gimana NASIB Keluarga Kami? Peduli kah . . .”

Kabupaten Tangerang – Di tengah deras ekonomi pejabat naik upeti gaji dan tunjangan, lalu kami bagaimana tok tok tok adakah pintu hati lan perbuatan sesama? Dalam persoal sampai dari mata – tangan – hingga kaki melangkah diterik panas kepanasan, hujan ke hujanan, sampai berselimut pun jadi kuman-kuman dapat masuk ke tubuh kami loh SAN Pemerintah di sebuah pemerintahan.

berbagai program bantuan rumah layak huni yang terus digaungkan pemerintah, masih ada potret kemiskinan yang luput dari perhatian. Rumah sederhana milik pasangan lanjut usia, Ahmad Bani dan istrinya Ibu Sarah, warga Kampung Gabral RT 15/RW 04, Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, kini berdiri rapuh dan nyaris roboh. Minggu, 26 Juli 2026

Bangunan yang mereka tempati setiap hari sudah tidak lagi memberikan rasa aman. Atap dan bagian rumah tampak lapuk, sementara kondisi ekonomi membuat pasangan lansia tersebut tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan.

Ahmad Bani yang telah lanjut usia tidak lagi mampu bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka hanya mengandalkan bantuan dari anak yang telah berkeluarga serta uluran tangan para tetangga.

Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Sarah mengaku heran mengapa rumahnya belum pernah tersentuh program bantuan pemerintah.

“Program bedah rumah banyak, tapi kenapa rumah saya selalu terlewatkan? Saya berharap pemerintah Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, sampai Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa memperhatikan kondisi rumah kami. Jangankan memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan,” tuturnya sembari menahan tangis.

Setiap turun hujan atau angin kencang, pasangan lansia itu dihantui rasa takut. Rumah yang sewaktu-waktu dapat ambruk menjadi ancaman nyata bagi keselamatan mereka. Bagi Ahmad Bani dan Ibu Sarah, rumah layak huni bukan sekadar tempat berteduh, melainkan harapan untuk menjalani sisa usia dengan rasa aman dan bermartabat.

Peristiwa ini menjadi cermin bahwa di balik berbagai capaian pembangunan, masih terdapat warga yang belum menikmati hak dasar atas tempat tinggal yang layak. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan agar pendataan sosial dan penyaluran program bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Muncung maupun Pemerintah Kecamatan Kronjo belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi rumah Ahmad Bani dan Ibu Sarah. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi atau tanggapan dari pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kisah pasangan lansia ini bukan semata tentang rumah yang hampir roboh, tetapi juga tentang harapan yang belum mendapat jawaban. Ketika warga yang paling rentan masih menunggu uluran tangan negara, maka pembangunan belum sepenuhnya selesai. Sebab ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya banyaknya program yang diumumkan, melainkan seberapa banyak air mata rakyat yang berhasil dihapus. (*)

Tangisan Rakyat, kepedulian WNI dapat dipelihara oleh sebuah bangsa dan negara Indonesia yang kokoh, s.d kuat terinput dijiwa sesama memanggil repihan rasa.

Tim keredaksian JST-NEWS MEDIA beserta FRJRI Management Industri Platform Media Digital Siber Online, mengulurkan tangannya menjaga silaturahmi sesama ke kediaman bapak dan ibu dilokasi langsung, semoga dengan adanya berita mendidik citra bangsa dan negara Indonesia ini. #Tetap sehat lan barkoh lahir serta bathiniyah selalu terisi bijak dan mulia sesama.

Redaksi | 26 Juli 2026

Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network