JARINGAN NARKOTIKA: Internasional Alias FP* Di Tangkap Lokasi Area Malaysia
Jakarta – Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberantas kejahatan narkotika transnasional kembali menunjukkan hasil signifikan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan Frans Antony, buronan yang diduga memiliki peran strategis dalam jaringan narkotika internasional yang dikendalikan oleh Fredy Pratama.(19/6)

Penangkapan dilakukan di Malaysia melalui koordinasi dan kerja sama lintas negara sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memutus rantai kejahatan narkotika yang telah beroperasi melampaui batas yurisdiksi nasional.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa Frans Antony diduga berperan sebagai pengendali keuangan dalam jaringan tersebut.
“Frans Antony merupakan pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Frans Antony diketahui memiliki hubungan lama dengan Fredy Pratama sejak masa pendidikan menengah di Kalimantan Selatan. Sementara itu, aktivitas awal jaringan yang kemudian berkembang menjadi sindikat narkotika berskala internasional tersebut disebut bermula dari wilayah Malang, Jawa Timur.
Komitmen Presisi dan Integritas Penegakan Hukum POLRI & RAKYAT*
Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bagian dari implementasi transformasi Polri yang mengedepankan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dalam menghadapi ancaman kejahatan terorganisasi modern.
Penindakan terhadap jaringan Fredy Pratama tidak hanya berfokus pada pelaku lapangan, tetapi juga menyasar aktor intelektual, pengendali operasional, serta aliran keuangan yang menjadi tulang punggung aktivitas kejahatan narkotika.
secara garis besar kami bersama lapisan informasi terkait, memburu telah berdasarkan data yang terproses masuk ke rana publik di skala kecil s.d besar penyidikan tim Polri’ bidik misi #bebeberapa bulan sebelum mencuat dari hasil pengembangan sistem pelacakan area-area target (11 – 20 Juni ini, dan akhirnya di titik cerah anggota Polri SIGAP serentak atur tiktak statistik menyeluruh pelarian+take on dstnya)
Masuk beberapa kompi tim bareskrim SIAP SERENTAK memburu, pelaku-pelaku lainnnya. Mutu ilmu cekatan respon cepat murni keberhasilan; di Tanggal 19 Juni 2026 setelah konfirmasi kedua belah Negara.
Pendekatan tersebut sejalan dengan standar penegakan hukum internasional yang menekankan strategi follow the money dalam pemberantasan kejahatan transnasional.
Dari perspektif akademik dan keamanan global, keberhasilan penangkapan Frans Antony menunjukkan pentingnya sinergi antarnegara, pertukaran intelijen, serta penguatan kerja sama regional dalam menghadapi ancaman jaringan narkotika yang semakin kompleks dan terintegrasi.
Pesan Strategis Polri Bersama Awak Media Jurnalisme Standard CPD Internasional; Kasus ini menegaskan bahwa pemberantasan narkotika memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup aspek penegakan hukum, pengawasan keuangan, kerja sama internasional, serta partisipasi masyarakat.
Melalui komitmen integritas, profesionalisme, dan prinsip Presisi, Polri terus berupaya menjaga keamanan nasional serta melindungi generasi bangsa dari dampak destruktif kejahatan narkotika.
“Tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan narkotika. Penegakan hukum yang berintegritas dan kolaborasi internasional menjadi kunci dalam memutus mata rantai sindikat narkotika global.”
Redaksi | 19 Juni 2026
