PENDIDIKAN DICORENG: Kebon Tak Dijaga Berakhir Mules, Terdengar di Kalangan “Selebriti Dunia” Ehem-ehem Timbul — Bagaimana di Daerah Anda?
JST-NEWS Dunia Pendidikan kembali tercoreng oleh sebuah kasus yang menyayat hati dan menjadi sorotan publik.
Peristiwa ini melibatkan seorang guru SMA Negeri bernama Agustina, yang baru saja dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Dikenal PPPK (19/3/2026) Namun, kebahagiaan yang seharusnya menyelimuti pencapaian tersebut justru berubah menjadi duka mendalam.
Agustina dituduh oleh suaminya sendiri, Fitalis, telah melakukan perselingkuhan hingga hamil lima bulan dengan pria lain.
Fitalis, yang berprofesi sebagai sopir dan selama ini setia mendampingi serta menopang kehidupan rumah tangga mereka, menyampaikan kekecewaannya melalui surat resmi kepada Kepala SMA Negeri tempat istrinya mengajar.
Dalam surat tersebut, ia meminta pihak sekolah mengambil tindakan tegas terhadap Agustina.
Dengan penuh luka batin, Fitalis mengungkap dugaan bahwa istrinya menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria bernama Ekcher, yang diketahui merupakan guru di SD Negeri.
“Sebagai seorang pendidik, tindakan ini bukan hanya mencoreng nama baik keluarga, tetapi juga merusak citra dunia pendidikan di mata masyarakat,” tulis Fitalis dalam suratnya.
Kasus ini mencuat hanya beberapa hari setelah Agustina dinyatakan lulus sebagai calon PPPK—sebuah pencapaian yang seharusnya menjadi kebanggaan keluarga.
Namun kini, prestasi tersebut justru berubah menjadi pilu bagi Fitalis dan kedua anak mereka.
Dalam pernyataannya, Fitalis mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka adanya pengkhianatan di balik sosok yang selama ini dihormati sebagai guru.
“Dia adalah ibu dari anak-anak kami. Ini adalah pengkhianatan yang tak termaafkan,” ujarnya.
Tak hanya berhenti pada pihak sekolah, Fitalis juga meminta Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk segera turun tangan.
Ia menegaskan bahwa seorang pendidik seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakat, bukan justru terlibat dalam tindakan yang dinilai mencederai kepercayaan publik.
Surat tersebut bahkan ditembuskan ke berbagai pihak, termasuk pengawas sekolah hingga pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Hal ini menunjukkan keseriusan Fitalis dalam memperjuangkan keadilan bagi keluarganya.
Kasus ini tidak hanya mengguncang rumah tangga mereka, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat tentang integritas dan moralitas di lingkungan pendidikan.
Di tengah sorotan yang semakin meluas—bahkan mulai menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan—publik kini menanti langkah tegas dari pihak terkait, ini akan menjadi lebih seru banyal ditutupi pada dunia DIKBUD – BKPSDM apakah penantian panjang nya terbongkar juga indikasi serupa pun dinas lainya tak menutupi masih banyak hubunngan TERLARANG tersebut, Ungkapnya : Narasumber – Beliau tegaskan sebagai data kelengkapan sumber-sumber akan dilampirkan satu file untuk dipecat.
Redaksi | 19 Maret 2026
