Pembelajaran Mutlak Terhadap Isteri – Pembangkang Ketika ditunjukan Kenyataan “Kemiskinan Bukan Segalanya, Tak Berlisan Terpatri Bongkahan Kesibukan Pada Keshalihan Kamuflase Terhadap – Nya”(Ibnu Hajar Al-Haytami Mendedikasikan Hidup-Nya)

IMG 20240627 031047

Loading

JST-NEWS.COMIbnu Hajar al-Haytamī, Singkat sejarah melampirkan ide pemikiran wanita menjadi kuat atas keshalihan nya bukan karena toreh dilisah mengucap akan kehartawan nya.Red©2024/27/6/Jawa Tengah

IMG 20240627 031025

Prosesi Ibnu Hajar menghadapi isteri yang lupa diri akan tolehan harta nya dikisahkan pada suatu penjagaan suami terhadap kefakiran miskin nya, belum tentu tidak dapat kaya raya dengan harta (suatu; progress attitude haqqul yakin ini menjadi tinggi dibuktikan ketika taat nya terhadap keilmuan Allah SWT “bukan, sekedar lisan saja – melainkan praktek di dalam rumah tangga nya)**

Histori dari perjalanan mendedikasikan seorang Ibnu Hajar Al-Haytami enggan bicara soal kekayaan berlimpah, selain itu juga dikutip beberapa periwayat hadist muslim pun Ibnu Hajar mendidik Isteri nya bersama – tampak beda kah dari kebiasaan, nilai rasa – jiwa – maupun akhlak berubah untuk keesaan kuat terhadap Allah SWT ciptakan langit dan bumi.

sampai-sampai seorang ulama sufi/wali kutub bermaktub di zaman Rasulullah SAW ini; besar akan suatu perbuatan terhadap contoh nyata tersirat pada kehidupan sehari-hari diperlihatkan tampak dunia dapat digenggam bilamana pembelajaran mengenal ilmu Allah SWT dilandasi oleh penelusuran ikhlas berkorban tanpa batas (pengorbanan seorang isteri, seperti apa dengan pengujian diri nya bersama dengan kemiskinan). Contoh ini pun pernah, dikisahkan di perjalanan Rasulullah SAW mencari isteri yang untuk di nikahi atau cara kinerja akal pikiran nya hanya kamuflase dunia terwujud.

babat beberan hidup Ibnu Hajar Al-Haytami diberikan pula beberapa murid-murid tauhid disekitar penduduk, diantara nya sbb :

Abdurrahim Al-Iraqi, Ahmad Ibn-Muhammad Ibn-al-Haʾim, Ibnu Al-Mulaqqin, ‘Izz al-Din ibn Jama’ah dan Ali ibn Abi Bakr al-Haythami.

baru lah penerobos jalur masuk kekuatan ilmu sosial di masyarakat terkadang tergolong penghasut dari beberapa fitnah, cacian, hingga gunjingan pada sikap seorang ulama besar sang Ibnu Hajar Al-Haytami.

beliau pun mengkutip sebagian buku nya, jeritan hati si miskin bukan berarti penghilang kelupaan diri diperlihatkan ilmu duniawi dengan saduran prase kosakata di pembendaharaan kalimat telah dilakukan penukilan(agar, masyarakat setempat pun memahami dirinya bertemu risalah kepada Tuhan-Nya)

Bagaimana ketentuan dalam surat Al-Qur’an sebagai penerangan jalan manusia di narasi Ibnu Hajar Al-Haytami.

Surat At-Taghabun ayat 14-16 dalam kehidupan sehari-hari menjelaskan bahwa dalam mendidik keluarga dengan cinta dan kasih, luruskan jika berbuat salah jangan, dan bersifat tegas dalam mendidiknya, dan menanamkan ketakwaan kepada Allah swt dalam hati anggota keluarganya agar anak tumbuh besar dalam keadaan.

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

sebagaimana mestinya telah terlampir jelas, nyata bahwa arahan penghuni neraka yang notaben nya wanita. Ibnu Hajar Al-Haytami, pun menguji kesetiaan diri isteri yang sungguh – sungguh bukan mengetahui hanya sekedar lupakan senang, sulit, sedih, bahkan luka tergantikan pada kamuflase keduniawian semata hanya setengguk air di dahaga saja.

Kesederhanaan terpelihara Ibnu Hajar Al-Haytami, mengubah isteri nya tetap teguh dalam al-kisah di uji nya pergi ke sumur zam-zam yang di timba berulang berisi Dinar hingga 3x di timba nya. Lalu, berkata beliau : kembalikan semua ke dalam sumur zam-zam tersebut semua, terus pun berulang isteri katakan kalimat!!! Bagaimana di ambil satu timba wahai suami ku.

Tetap kekukuhan teguh tekad Ma’arifat ketaatan terhadap keyakinan ada wujud Allah’ SWT dalam dirinya pun, digagas tetap menjawab : kembalikan, atau ku ceraikan/thalak ku kembalikan ke kedua orangtua mu.

Sungguh pembelajaran bagi seorang isteri yang terpaut kusut dipikiran nya dalam tahta, jabatan, hingga harta sekalipun tetap ; mensyukuri keyakinan kemiskinan merupakan kenikmatan tersendiri mengingat akan keberadaan taat nya pada ilmu Rasulullah SAW beserta Allah SWT.

Malaikat pun hampiri Ibnu Hajar Al-Haytami, untuk gegas menutup mata nya di hari penantian ajal menjemput pada Keridhoan-Nya(wafat pada tahun 1566 M/973 H di Mekkah. Ia dimakamkan di kuburan Ma’lat).

seketika kota yang disinggahi Ibnu Hajar Al-Haytami menjadi lautan kerumunan masyarakat hampiri terkesan kaget, dirumah nya masyarakat pun dipenuhi dengan harta berlimpah – selang beberapa hari pun ikut merasakan isteri nya bahwa harta tak kan dibawa mati hingga menembus ilmu sejati Allah SWT.

Subhana Allah Wal Hamdulillah Wa’lailaha ilallah Allahu Akbar…

Phase presentasi prespektif Umat Kristen, sebagai berikut dibawah ini secara deduksi nya.

Kecendrungan dalam proses phase umat kristen didunia bahwa penyajian wanita itu selalu patuh akan nilai-nilai akhlak di suami nya.seperti untaian dibawah ini :

Efesus 5 : 22. Hai isteri, tunduklah 1 kepada suamimu s seperti kepada Tuhan, t 5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala 2 jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami v dalam segala sesuatu.

Demikian berita mendidik citra bangsa dan negara di-Indonesia ini, kami tim redaksi publikasikan informasi sesuai alur plot ekspose diberbagai kitab rujukan pengenalan Ibnu Hajar Al-Haytami, sejati umat Nabi Muhammad SAW butuh akan ketaatan bukan untuk menjauhi hal – hal lupa akan kodrat iradat-Nya.

Reportnews©2024/27/6/CF/Rev-1/JST-NEWS 

























Kutipan Kisah, Waliyullah Sufi Al-Kutub – Rahasia dibalik Kitab Pembawa Ibnu Hajar Al-Haytami kukuhkan hati menembus derajat tertumpu pada ketentuan Allah SWT (Tertutup Hati, Jika Goresan nya Dibuka Semua Oleh Allah SWT).

 




error: Content is protected !!