Wanita Shalihah Bergelar Wali – Sebagai Manusia Mulia Guru Sejati, Dari Imam Besar Islam Syafe’i (السيدة-نفيسة)

IMG 20240417 200009

Loading

IMG 20240417 200009

JST-NEWS.COMMengupas kilas seorang wanita wali mursyidah sejati untuk para ahli kaum muslimin di-Indonesia bernotaben mumpuni berasal dikota Mekkah, agar menjadi penentu kemenangan diri bahwa perempuan harus kuat/tegar©Red/2024/17/4

 

pada abad masa silam nya menarik benang putih menghiasi suasana wajah – wajah perempuan dalam dunia peradaban keislaman disudut transisi waktu ke masa pengujian karena cinta nya terhadap kekasih nur/cahaya berparas menyelimuti seluruh adab tatanan nafisah ilmi, gugah tokoh kewalian wanita shalihah super diam, sederhana, ramah, dan dermawan hingga tak memikirkan harta yang dititipkan oleh pencipta-Nya.

Syaidah Nafisah Binti Al-Hasan Al-Anwar Bin Zaid Al-Ablaj Bin Al-Hasna Bin Ali Bin Abi Tholib Kota Mekkah Pertengahan Awal Hijriyah 145 H Rabiul Awal.

Sejarah muasal usia 5 Tahun beliau sudah jujuki Madinah dibawa kedua orang tua nya. Dengan notaben keluarga mampu seorang ayah diangkat menjadi gubernur pada masa khalifah Abu Ja’far Al-Mansyur.

Kecintaan Syaidah Nafisah selalu kunjungi Maqom Nabi Muhammad SAW (diusia dini belia nya).

IMG 20240417 200250

Keseharian nya di-isi tanpa tak kenal kitab-kitab dari berbagai kutipan sampai telah menjadi hafidzah wanita termuda selalu berjalan sendiri arungi dunia kegiatan manis nya, seperti; berdzikir, berdo’a, sampai do’a nya makbul dalam tetesan air mata ketika menangis diperlihatkan tentang isi dunia bahkan wajah Rasulullah SAW dihadapan dzhoir-Nya.

Menginjak masa semakin dewasa; kajian berbagai ilmu figh, hadist, sampai dari ma’arifat tembus ke tasawuf selalu miliki hati : tenang tanpa – sedikit pun prakata terbentuk didasar hatinya jelek/prasangka dengan siapapun.

sesampai usia menjelang persalinan dewasa, beliau sering didatangi berbagai imam besar berilmu tinggi, selalu diskusi – hingga bercakap-cakap tentang rumusan ilmu pengetahuan Al-Qur’an, dsbnya. Nafisah Ilm’ , diulas tadi sebagai gelar jabatan perempuan ulama.

sikap ramah, sopan santun, adab mulia memuliakan seksama selalu di jaga setiap hari dikegiatan apapun dalam ta’aruf di jalan Allah SWT.

Suka dan Duka, seorang ulama mursyidah perempuan terlahir murni suci akan membawa rebutan kota Mekkah dan Madinah dambaan para pemimpin dunia sosok yang tak jarang sekali keluar dalam sela kebutuhan seutas nya di-arahan orangtua saat itu.

Sangking bahagia kedua orangtua angkatnya tersebut ; wanita shalihah ini terus berlanjut stabil ditopang ke berbagai pesisir kota kota lainnya dimintai berikan keilmuan nya terhadap seluruh remaja-remaja muslimah lainnya.

Julukan itu terus menjadi wawasan mulia sang wali sejati, nafisah ilm’ wa karimah ad-darain ; yang artinya merupakan ulama perempuan berilmu dan berakhlak mulia untuk dunia dan akhirat.

Wow . . . cukup bahagia kelak, laki/pria dapatkan akses isteri seperti tersebut, karim ya karim . . . Adakah zaman saat ini wanita/perempuan seperti tersebut?

jawabnya ; dibenak hati penentu masing-masing manusia.

Selama usia 40 Tahun masa ini bertambah yang berarti usia berkurang pada masa hidup nya didunia.

beliau ; telah tempuh menjalankan haji dirukun nya pada syariat Islam berjumlah 30 x dalam setiap tahun nya (barakallahu fi umrik).

Di-Usia tersebut syaidah nafisah, perempuan yang tidak pernah tidur, tidak pernah keluar rumah yang tidak berguna, dan tujuannya ibadah dzikir, sholat lail, hingga terus semangat menghafal beberapa Qur’an Dan Hadits yang dicetuskan secara terkutip bersama perawi-perawi nya di Islam.

sesampainya, usia itu diungkap oleh Zainab keponakan beliau pada waktu sejarah mata penglihatan sehari-hari nya.

Kenikmatan dunia menurut syaidah nafisah, adalah kunci utama keberhasilan penembus sejatinya ruh-Nya terpisah esok dipanggil bisa kah menjadi pedoman penujuan ke akhirat bertemu Allah SWT secara mulia (bukan abadi ataupun hal-hal jasad hingga diletakkan pun tetap kamillah).

 

Syaidah Nafisah, selalu menangis di lail hingga sujud pun tetes air mata selalu jadi saksi diatas sajadahnya. Beliau meninggalkan kota menuju Mesir.

Kepribadian yang indah, selalu diingat dalam tabligh qolbiyun ruh-Nya. beliau tidak suka mengumpat, bersembunyi, apalagi dusta diantara etika peradaban sekitar.

Sampai imam Syafei, sebagai ulama tokoh besar mahsyur mendengar tokoh wali perempuan dikota tersebut. Dan, menguji keimanan nya serta menjadi murid murni seorang mursyidah sejati nafisah ilm’. Selama 5 Tahun’, syaidah nafisah tinggal di Mesir.

Kerinduan imam Asy-Syafe’i sampai tulus ikhlas berguru kepada beliau dalam kajian figh, ushul adab, hadist, dan sebagainya dipertanyakan secara beruntun ke ulama perempuan berilmu cakap yaitu syaidah nafisah.

IMG 20240417 200107

Syaidah Nafisah pun, menjawab detail arah kitab dan berbagai tafsir dari satu ayat ke ayat berikutnya dibeberkan ke imam besar Asy-Syafe’i.

Beliau saling sama-sama kontribusi shareing berbagai ilmu, hingga bulan ramadhan pun sama – sama saling isi mengisi hingga kerelaan imam Asy-Syafe’i terus menerus semangat kunjungi masjid nya.

Dan bertambah membludak akhir-akhir masa ulama perempuan sejati tersebut didatangi oleh para imam besar diberbagai belahan dunia.

hingga tembus ke seluruh penjuru terdengar, syaidah nafisah ahli do’a – ada sampai beberapa imam menunggu nya ketika beliau do’a jika menetes air mata.

Sampai mencatat do’a – do’a yang dilantunkan. Ketajaman do’a beliau, dan berwudhu/bersuci syaidah nafisah sangat menjadi obat/Syifa nur wa’ala nur mahabbah wa karomah para pecinta pun berduyun-duyun hadir.

Seperti; Abu Al-Faidh Zunnun Al-Mashri, Imam Abu Al-Hasan Ad-Dinawari, Imam Ismail Al-Muzani Syafe’i, Abdullah Bin Wahab Al-Quraisy Al-Maliki, Abu Ja’far Ath-Thawi dstnya.

tidak ada kata sepi, akhir dari kisah rumah dari syaidah nafisah Mursyidah Wali dengan gemar/sering membaca surat al-an’am disaat kecil hingga menutup mata pun akhirnya beliau jadi rebutan ditempatkan jasad nya dimaqomkan.

Semoga amaliyah wanita/perempuan berilmu lainnya baik di kota dan desa, menjadi pedoman hayat menjadi wawasan tentang ketenangan jiwa belajar , mengenal, memahami arti satu sama lain dapat jalan-Nya yaitu kemuliaan ditempat terindah.

“Matta’ahi Allah bi an-nazhar ila wajhih al-kariim”

Berita Mendidik Citra Bangsa Dan Negara di Indonesia ini, mengubah nuansa mindset berpikir jadi berbuat sesuatu atas kata di jiwa – rasa – hingga menempuh keridhoan-Nya.

 

السيدة نفيسة/reportnews©2024/4/17/23.59

 

error: Content is protected !!