Gak Perlu Takut – Gak Buat Mati Rezeki-Nya

Gak Perlu Takut – Gak Buat Mati Rezeki-Nya

Loading

images/ilustrasi-diktator.migas/2023/proses/ke-kapal/RINGKUS Segera!! “pelabuhan jadi sandar mafia/25/9/reportnews

JST-NEWS.COM | Gak Perlu Takut Gak Perlu Kuatir Rezeki-Nya. Garisan takdir pasti menuntun seluruh umat beragama diruang kehidupan tata negara, sosial, budaya, maupun kemiskinan yang melanda rakyat Indonesia.

Hanya saja, manusia saling tak luput berbagi untuk mengenal prinsiple management hati-Nya. Kata kunci dari dasar diri merantau dipinggiran hingga bentuk kemapanan mengolah tangan dunia digenggam seksama.

Baik sedih, luka, bahkan dengki sekalipun meramu untuk menghancurkan ramah-tamah si-kota bahkan desa sekali terurai bercerai satu sama lain.

Dunia, gak ada habisnya guys… atau sobat setia netter memandang bahkan menarik dilukis sebagai dawai sang kuasa.

Tinta printer masih ber-merk kan…! dari hasil observasi setara ketika malaikat jemput baru manusia/insan tergugah bangun. Untung netter, gak bapper jadi seprai kehidupan terselimuti “plastik” coba saja, bungkus sobat. Pasti terjadi saling tekan-menekan.

Maklumi saja, manusia kadang jatuh maupun bangun – padahal sinar-Nya selalu menyatu pada untaian makna qolbiyun pelopor ulama, ustadz, ustadzah didunia implementasi kepada segenap masyarakat luas di-Indonesia atau tempat terpencil sekali pun mengumpat.

Duduk bareng diskusi butuh phase menjajaki satu sinkron dengan tujuan yang bermaksud perbaikan/perubahan. Mungkinkah akhlak sang tokoh pemimpin berdiri tegak lagi, bisa jadi ya! bisa jadi sakit!

Asalkan pesakitan tak dililiput seperti permen karet “melar sana-sini” jadi tertidur pulas tak berporos satu titik. Padahal satu titik bisa terang jika kepemilikan, kepemimpinan, tak saling jatuh-menjatuhkan sama lain seksama hanya berebut kursi “satu” coba sobat jatuhkan? Sakit kah? atau sebaliknya diam bisu dibungkam!

Ingatlah ketaatan kepada Tuhan-Nya akan lebih mengenal siapa gerengan dirinya ketika menganut perbedaan pendapat berbeda-beda “Indonesia:Tetap namanya, yang terpenting hidup ini, adakan kebaikan dan kebenaran informatif publik membuka seluruh lapangan pekerjaan diberbagai kondisi saat ini dikerjakan oleh penguasa dunia “bermental uang selalu dibelakang, bagaimana bisa sejahtera?”. Pertanyaan mendasar bagi pemimpin publik.

Korek dibakar, pasti panas apa duniawi yang dipijaki seluruh wakil rakyat atau halnya olahan teori pertengkaran hingga lumuran darah diciptakan tak kondusif.

Stabilitas nasional kita sangat kuat, jangan rusak hubungan timbal-balik sepadan yang kaya saling rangkul miskin. Jangan terus berlarian kesana-kemari karena “uang/hartawan”.

Rakyat teriak!! kewajaran etika/adab, ketika perut menyusut direbus godokan pemanasan global “si-tuan wakil” bersama bangun Indonesia, jika semua pintar, cerdas, serta cermat berapresiasi esok anak masa depan milineal tau diri akan hak tupoksi bermimpi.

Cobalah mengerti, semua adakan uang korupsi para tikus berkeliaran dikumpulkan jadi satu, tebarkan saja ke rakyat Indonesia. Mungkin, lebih digunakan berdasarkan kepastian aktualisasi menjadi acuan nyata adem, nyaman ternikmati.

Kekuatan kondisi tubuh jadi sahabat pecah-belah, akibat perkasa merasa antusias besar untung kepala dari nasehat masih terbesit rindu anak kemana menuai sang ayah dan sang ibu.

Demikian ujian nasional tahun 2023 akan merefresh 2024-2029, gunakan pemikiran yang sukses dilidah semua bisa berkategori jangan hilang keilmuan dari kehidupan adab NKRI.”Pemimpin Harus Bangun Dari Tidur, Melek Dunia – Mencapai Ilmu Ridho -Nya”.








Red©2023/9/27/www.jst-news.com