Istri Maryono Rela Jual Rumah Untuk Biayanya Berobat.

IMG 20230701 064306

Loading

IMG 20230701 064227

Jst – News Com .Lampung Tengah-Suami kritis dirawat dirumah sakit butuh biaya, Istri tercinta rela jadi gelandangan jajakan rumah rumah di pinggir jalan untuk biaya perobatan.

Inilah sekelumit kisah Hasimah, (55) salah satu warga RT.20/10 Dusun Karang Anyar Agung, Kampung Terbanggi Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, sudah beberapa pekan ini menjajakan rumahnya.

Rumah nya dijajakan baik kepada sanak family, tetangga maupun dengan cara berkeliling membawa karton bertuliskan ‘Dijual rumah segera, suami saya kritis dirumah.

Diketahui wanita paruh baya itu berkeliling menjajakan rumahnya untuk biaya pengobatan sang suami atas nama Maryono (58) yang sudah beberapa pekan tergeletak dirumah, karena penyakit tumor otak yang diderita selama ini.

“Hal ini saya lakukan karena saya sudah tidak mempunyai biaya lagi mas, untuk mengobati suami,” tuturnya kepada awak media ini, saat dijumpai tidak jauh dari kediamannya saat menjajakan rumah, Jum’at (30/6).

Hasimah menyebut bahwa selama ini sang suami hanya diobati melalui paranormal, dan obat kampung. Namun pada beberapa hari lalu sang suami sempat dirujuk ke Rumah Sakit Yukum Medical Center, (YMC), dimana dari hasil pemeriksaan dokter yang mengatakan bahwa suaminya diagnosa tumor otak, dan harus dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung, karena keterbatasan alat yang ada di RS YMC.

“Selama ini hanya berobat kampung mas. Dan dari hasil pemeriksaan di YMC beberapa hari lalu, suami saya diminta untuk segera dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung. Sementara kami tidak memiliki biaya. Saat ini sakit suami semakin parah. Saya berharap rumah yang saya jajakan ini segera ada yang berminat untuk membeli, agar bisa saya gunakan sebagai biaya pengobatan suami,” keluhnya.

Dirinya sangat berharap ada pihak donatur, dermawan maupun pihak pemerintah yang bisa memberikan bantuan, dan uluran tangan untuk pengobatan sang suami, yang saat ini tergeletak dirumah, sementara untuk penanganan pengobatan lebih lanjut dirinya dan pihak keluarga tidak miliki biaya.

“Saya sangat berharap, ada bantuan dan uluran tangan dari para masyarakat yang mampu, ataupun bisa membeli rumah kami untuk biaya pengobatan suami,” ungkap Hasimah.(*)

error: Content is protected !!