let’s go – visit to digital multimedia news

Wanita Indonesia : Feel of Friendly With France

Loading

JST-News.Com | +33 Asal Negara Sang Paris Dimulai Sejak 2010 – 2012 ta’aruf dibicarakan duduk manis menjadi kekuatan antara kaya dan miskin, diperoleh bukan karena harta dan tahta atau sebuah jabat-menjabat jadi sang “JABATAN” Akan tetapi sebagai ketulusan pandangan hidup manusia akan phase ilmu jadi keilmuan terlahir untuk tetap belajar.

Nisrina husna, redaksi eksplore dikenal supel dan sederhana mahasiswi yang redaksi berwacana-wicara dalam kehidupan sang putri salju dari kota perumahan kalimalang warga turunan belanda dan jawa.

Ibunda serta ayah yang menjadikan nisnana terbit sebagai seorang ahli hukum politik dengan mengemban pendidikan kuliah di negara perancis, sebut kota paris-poiters.

Kutip miliki cerita, menduduki haru dan rasa lama tak showan pada waktu dimintai menjadi mentoring bahasa perancis di translate ke bahasa arab dan indonesia oleh rekan ustadz di kajian oleh para remaja yang sekarang telah terlihat dewasa.

Redaksi, awal temukan perkenalan ini melalui aplikasi cerita booming sang legend duduki menteri pendidikan; sebut nadiem.

Nisnana, ku tanyakan sedikit comment te’le vous? Beliau menjawab begitu lugas pemaparan nya… Kata ini redaksi JST-News imbuhkan : “Subhana Allah” , beauty full conversations language. Nisnana, tetap sederhana menawan rupawan yang bukan kiblat kesombongan.

Cerita redaksi tuangkan kisah ini, sebagai pemikiran untuk tetap menjaga marwah bangsa dan negara indonesia tetap maju bersama maestro nya adik mas anditio. Yang dikenal juga menjabat di instansi pemerintahan RI.

Pengajar mentoring waktu terbit di masjid lingkaran Dki – Jakarta, bersama rekan datang menghampiri kehidupan orang indonesia yang notabene rekan nisnana, sebagai mahasiswi asli tinggal di perancis didatangkan sebagai rasa dan mengenal penuh keakraban “sahabat bagai kepompong” uget-uget, menetas jadi nyamuk.

Namun, ketika nyamuk itu terbang. Pasti butuhkan suatu makanan dan apapun yang diperoleh hanya sifatnya sementara… Sayang si nyamuk, mati terkadang mengenaskan di tepuk oleh dua tangan.

Kini tim redaksi JST-NEWS, mengulas akankah ia esok ke masa depan bersama politik ilmu datang di-Indonesia.

Menjejaki bangsa dan negara menanamkan amal ibadah-Nya pada KARYA ANAK BANGSA.

Sukses terus iya… Nis..!!! Semoga dalam perbuatan dan kisah rekan-rekan di perancis dapat terjalin kasih antara ilmu politik berjiwa adab timur yaitu “MANUSIA INDONESIA”

Sebuah kutipan nisrina, redaksi sadur  dan jadi saur pagi biasa dulu video call via +33 kita dituliskan :
Mungkin kalau Marquis de lafayette hidup dizaman sekarang dia bakal dibilang aneh karena sudah berfikiran untuk berlayar dari perancis untuk  pembebasan koloni inggris pada umur 19 tahun.

Atau mungkin kalau joan of Arch si perempuan hebat yang turun perang saat 17 tahun hidup sekarang atau bahkan Kumala Hayati,  laksamana perang pertama aceh perempuan.
Pertama didunia hidup dizaman sekarang akan di cap “nekat dan aneh” karena mereka melakukan hal yang beda dari hal yang biasanya.

Sepertinya kita sama sama harus sadar : gakpapa dibilang aneh karna sebenernya aneh itu penting ya, untuk menjadi “beda” dan membuat “gebrakan” serta “inovasi” baru di dunia yang unik ini.
Demikian implementasi dunia sang kota paris dari bantaran redaksi kuatkan melalui media dalam misi : Berita Mendidik Citra Bangsa Dan Negara, menjadikan semester abad tak lama tatap muka bersama bijak dan mulia si dunia INDONESIA.Tim-Red©2023/JST-News/Reportnews/April