let’s go – visit to digital multimedia news

Wisata Ziarah Maqom : Syeckh Maulana Maghribi

Loading

Jst-News.Com – Daerah Istimewa Yogyakarta, Pada ; jalan raya parangtritis terdengar maqom seorang wali dalam sejarah Maulana Malik Ibrahim dikenal pula dengan sebutan Maulana Maghribi atau Syech Maghribi.

Dalam deretan nama-nama Sunan atau Wali di Jawa, beliau adalah wali tertua. Maulana Malik Ibrahim yang juga disebut Sunan Gresik itu adalah orang pertama yang menyebarkan Islam di Jawa, ketika Kerajaan Majapahit masih berdiri (abad ke-15).

Dalam beberapa versi babad menyatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim beserta beberapa orang muridnya mengunjungi Desa Sembalo, sekarang Leran, Kecamatan Manyar, 9 kilometer ke arah utara Kota Gresik. Ia mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur dan mendirikan masjid pertama di Desa Pasucinan, Manyar.

Setelah berhasil memikat hati masyarakat sekitar, aktivitas selanjutnya yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim adalah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan Desa Roomo, Manyar.

Adapun wali tersebut kunjung maqom nya dalam petilasan beliau didaerah jejak tapak kaki pada waktu menyebarkan islam, ada pada daerah jatinom klaten, gresik, serta tingkat daerah sumatera pun beliau bercikal bakal dengan segala mahsyur ilmu kajian seorang wali tak hilang dari berita masyarakat.

Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran Kota Gresik.

Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama Desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran menurut Willem Pieter Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup di ibukota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat.