let’s go – visit to digital multimedia news

Jangan Lupakan Sejarah Hari Pers Nasional Ditetapkan Presiden Soeharto Tahun 1985

Loading

Jst-News.Com | Senin (6/2/23).-Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari, diambil dari tanggal lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946. Hari Pers Nasional ditetapkan Presiden Suharto pada 1985 melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.

Lahirnya Pers Indonesia sebelum kemerdekaan Indonesia teramat sulit karena selalu dihambat oleh pemerintah VOC. Setelah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff menjabat, terbitlah surat kabar “Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen” yang artinya “Berita dan Penalaran Politik Batavia” pada 7 Agustus 1744.

Ketika Inggris menguasai wilayah Hindia Timur pada 1811. Terbit surat kabar berbahasa Inggris “Java Government Gazzete” pada 1812. “Bataviasche Courant” kemudian diganti menjadi “Javasche Courant” yang terbit tiga kali seminggu pada 1829. Di Semarang pada 1851 terbit surat kabar “De Locomotief” yang isi beritanya mengkritik pemerintahan Kolonial.

Pada Abad ke-19, untuk menandingi surat kabar berbahasa Belanda, muncul surat kabar berbahasa Melayu dan Jawa meskipun para redakturnya masih orang-orang Belanda, seperti:

– Bintang Timoer (Surabaya, 1850),

– Bromartani (Surakarta, 1855),

– Bianglala (Batavia, 1867) dan,

– Berita Betawie (Batavia, 1874).

Pada 1907, Pertama kali pengusaha pribumi Tirto Adhi Soerjo menerbitkan “Medan Prijaji” di Bandung yang dianggap sebagai pelopor pers nasional, Dan ketika Jepang berhasil menaklukkan Belanda dan menduduki Indonesia pada 1942, kebijakan pers turut berubah. Semua penerbit yang berasal dari Belanda dan China dilarang beroperasi hingga penguasa militer Jepang saat itu menerbitkan sejumlah surat kabar sendiri diantaranya:

– Surat kabar Jawa Shinbun yang terbit di Jawa,

– Boernoe Shinbun di Kalimantan,

– Celebes Shinbun di Sulawesi,

– Sumatra Shinbun di Sumatra dan,

– Ceram Shinbun di Seram.

Tonggak sejarah Pers Indonesia lahir setelah dibentuknya Kantor berita ANTARA, pada 13 Desember 1937 yang digunakan sebagai kantor berita perjuangan dalam upaya merebut kemerdekaan Indonesia, hingga mencapai puncaknya dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Dan Radio Republik Indonesia pada 11 september 1945, pada 9 Februari 1946 di Surakarta lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menjadi cikal bakal Hari Pers Nasional. Kemudian Lahir pula TVRI, stasiun televisi pemerintah pada 1962.

Pada akhir 1945, Pers Nasional semakin kuat ditandai terbitnya :

– ‘Soeara Merdeka’ di Bandung,

– ‘Berita Indonesia’ di Jakarta,

– ‘Merdeka,

– ‘Independent,

– ‘Indonesian News Bulletin,

– ‘Warta Indonesia dan,

– ‘The Voice of Free Indonesia.

Hari Pers Nasional menjadi ajang silahturahmi, penyatuan pemikiran untuk kemajuan pers khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Dan secara umum, fungsi dan peranan pers adalah sebagai media informasi, media pendidikan, media hiburan, sebagai lembaga ekonomi, dan sebagai media kontrol sosial.

Selamat Hari Pers Nasional, semoga semakin bertambah usia bertambah pula kebersamaan, kesatuan dan makin profesional para insan pers Indonesia.

(Ifan Kaperwil Banten)